UNAIR NEWS – Kecintaannya pada kesenian membawa sepuluh mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil merengkuh predikat juara II dalam AORTA CUP 2018. Yakni, sebuah Ajang Olahraga & Talenta Tingkat Nasional. Sepuluh mahasiswa itu tergabung dalam Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Tari Saman.
Acara tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Keperawatan Bogor Poltekkes Kemenkes Bandung. Tepatnya pada Ahad (15/7).
Diikuti mahasiswa keperawatan dari lima provinsi di Indonesia, kegiatan itu memperebutkan piala kejuaraan dari berbagai cabang lomba. Di antaranya lomba futsal, voli, basket, hand hygiene dance, serta tari tradisional.
Niat yang sungguh-sungguh mengantar para mahasiswa keperawatan itu membukukan prestasi bagi UNAIR. Meski berangkat bermodal nekat, ditambah AORTA dilaksanakan pada tengah masa praktik rumah sakit dan minggu liburan yang masih panjang, tekad mereka membuahkan hasil. Itu membuktikan bahwa mahasiswa keperawatan UNAIR tidak hanya berjiwa akademisi, tapi juga berkesenian.
Retno, salah seorang anggota tim, menyampaikan bahwa keikutsertaan tim berawal dari informasi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKp. Tim UKF akhirnya memberanikan diri menjajal kemampuan anggotanya.
“Waktu mendaftar, posisinya kami sedang ada praktik di rumah sakit. Jadi, kami latihannya hanya bisa sebentar. Paling banyak, seminggu cuma tiga kali,” ujarnya.
”Sebab, kami hanya latihan kira-kira tiga minggu. Jadi, total latihan kami sekitar sembilan kali sebelum akhirnya berangkat ke Bogor,“ tambah mahasiswa semester VII FKp UNAIR tersebut.
Capaian tersebut sekaligus membuktikan tim sebagai perawat mampu berkarya di luar keilmuannya. Tepatnya melalui bidang seni tari Saman, salah satu suku di Aceh. Bahkan tarian itu ditetapkan UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) sebagai Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia.
“Untuk teman-teman, jangan cepat merasa puas. Tetap mau belajar untuk melestarikan budaya Indonesia. Sebab, melestarikan suatu budaya tidak melihat background keilmuan orang tersebut,” pesan Retno.
”Untuk Fakultas Keperawatan dan UNAIR semoga tetap terus men-support kegiatan mahasiswanya, baik di lingkup kampus, Nasional, maupun internasional. Juga di bidang seni, LKTI (lomba karya tulis ilmiah, Red), atau olahraga,” tambah perempuan yang juga aktif sebagai Bendahara BEM FKp UNAIR itu. (*)
Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum
Editor: Feri Fenoria Rifa’i





