Universitas Airlangga Official Website

Teladani Semangat Keilmuan Rasulullah, UNAIR Gelar Pengajian Semarak Maulid Nabi 1448 H

KH Muhammad Cholil Nafis Lc SAg MA PhD saat memberikan tausiyah peringatan Maulid Nabi 1448 H di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (20/8/2026) (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi 1448 H, Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Pengajian Semarak Maulid Nabi di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ulama Cendekia sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis Lc SAg MA PhD sebagai pengisi tausiyah.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, membuka kegiatan dengan mengajak seluruh sivitas akademika menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. “Manfaatkan momentum Maulid ini untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan akademik,” ucapnya.

Prof Madyan mengajak insan akademis UNAIR menjadikan sifat Rasulullah SAW, yakni Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan, dan Fathanah (cerdas) sebagai pijakan dalam tindakan dan ucapan. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan integritas akademik, tanggung jawab, serta pengabdian ilmu bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan semangat integritas akademik, tanggung jawab, serta pengabdian ilmu untuk kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan motto Universitas Airlangga yaitu Excellence with Morality,” tuturnya.

Prof Madyan saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi 1448 H di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (20/8/2026) (Foto: Dok. Panitia)

Selain itu, Prof Madyan mengajak sivitas akademika UNAIR untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Ulul Azmi. Menurutnya, masjid dapat menjadi ruang yang lebih luas bagi untuk memperkuat kehidupan keislaman di lingkungan kampus. “Mari jadikan Masjid Ulul Azmi sebagai ruang kajian, pembelajaran, dan syiar Islam yang dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” jelasnya.

Sejalan dengan pesan tersebut, KH Cholil Nafis dalam tausiahnya mengajak sivitas untuk meneladani semangat keilmuan Rasulullah dalam menjawab tantangan zaman. Ia mengajak peserta memaknai kecintaan kepada Rasulullah melalui semangat menuntut ilmu dan mengamalkannya bagi kepentingan umat.

Menurut KH Cholil, Islam tidak menempatkan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan ajarannya. Sebaliknya, umat Islam perlu terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang pendidikan semata-mata sebagai jalan menuju pekerjaan. Ilmu, menurutnya, memiliki nilai yang lebih luas karena dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan kuliah hanya untuk mengejar pekerjaan. Kita belajar karena ilmu merupakan perintah Allah. Karena itu, dedikasikan ilmu untuk kepentingan masyarakat dan umat manusia,” ujar KH Cholil.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati