UNAIRNEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 18 Kementerian Transmigrasi dari Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar audiensi bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Selasa (15/9). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, beserta jajaran perangkat dinas yang bertugas.
Dalam audiensi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 18 mempresentasikan progres serta program kerja digital marketing yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM di kawasan transmigrasi Prafi. Langkah ini merupakan upaya nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Inisiatif digitalisasi ekonomi kawasan transmigrasi ini selaras dengan pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan usaha lokal, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Yusak Dowansiba menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan masukan penting terkait integrasi nilai budaya lokal. Pihak Disnakertrans menyarankan agar pengembangan digitalisasi ini turut memasukkan unsur kekhasan rumah tradisional Kaki Seribu sebagai simbol filosofi gotong royong dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Masukan ini memperkuat pemenuhan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) yang menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal.
Pemerintah Daerah berharap program digital marketing ini dapat terus berkelanjutan dan berkembang secara bertahap setiap tahunnya, dengan target memperluas jangkauan pembinaan ke 7 distrik di kawasan transmigrasi Prafi.
