UNAIR NEWS – Klinik Battra Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) membuka pelayanan kesehatan tradisional melalui pendekatan holistik. Pelayanan ini terbuka untuk mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat umum. Klinik Battra berlangsung mulai (28/4/2025) sampai (5/6/2025). Jam layanan dibuka mulai pukul 08.00-16.00. Pelayanan diadakan di Sekretariat Battra Gedung C Vokasi, Eks Hukum Lantai Satu, Kampus Dharmawangsa-B.
Dalam upaya menciptakan terapis muda yang kompeten dan siap terjun ke dunia profesional, Klinik Battra hadir sebagai sebuah wadah bagi mahasiswa semester enam untuk mengimplementasikan teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Di bawah bimbingan dosen berpengalaman, para terapis muda mendapatkan kesempatan berharga untuk menangani pasien secara langsung, untuk memastikan mereka lebih terlatih dan terampil sebelum lulus.
“Klinik Battra menyediakan berbagai terapi komprehensif, mulai dari akupunktur, pijat (acupressure massage), pemberian herbal, konsultasi nutrisi, hingga konsultasi kesehatan menyeluruh. Dengan demikian, pasien bisa mendapatkan penanganan yang holistik dan terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu terapi,” jelas Ilham selaku Terapis.
Seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan di Klinik Battra, baik sebagai terapis maupun dalam peran pendukung lainnya, senantiasa diingatkan untuk menjunjung tinggi kesopanan dan standar operasional pelayanan yang berlaku. Penekanan pada etika dan profesionalisme ini bertujuan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan terbaik, sekaligus menanamkan nilai-nilai penting dalam diri para terapis muda sejak dini.
Akupunktur
Salah satu terapi yang tersaji pada Klinik Battra adalah akupunktur. Akupunktur adalah terapi kuno dengan manfaat modern, termasuk untuk pengobatan ADHD. Akupunktur, metode pengobatan tradisional yang telah dipraktikkan berabad-abad, masih relevan hingga kini dengan beragam manfaat kesehatan. Terapi ini melibatkan penusukan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh, yang dipercaya dapat merangsang aliran energi dan memicu respons penyembuhan alami.
“Akupunktur dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu akupunktur lokal dan akupunktur sindrom,” terang Ilham. Akupunktur lokal berfokus pada area tubuh yang bermasalah, bertujuan untuk meredakan gejala spesifik seperti nyeri atau sakit kepala. Pendekatan ini menargetkan titik-titik akupunktur yang relevan dengan area yang sakit.
Pulihkan Harmoni Internal
Sementara itu, akupunktur sindrom memiliki cakupan yang lebih luas, berfokus pada keseimbangan energi seluruh tubuh dan bertujuan untuk memulihkan harmoni internal. Pendekatan ini mempertimbangkan seluruh aspek tubuh, cocok untuk mengobati kondisi kompleks seperti stasis darah.
“Akupunktur dapat digunakan untuk berbagai jenis penyakit. Untuk penyakit dengan kondisi khusus, disarankan untuk melakukan akupunktur sindrom. Namun, jika keluhan hanya berupa kaku otot atau kelelahan, akupunktur lokal lebih disarankan,” jelas Ilham.
Keamanan pasien menjadi prioritas utama dalam praktik akupunktur. Oleh karena itu, jarum akupunktur selalu bersifat sekali pakai. Setelah dibuka dari kemasan sterilnya, jarum harus segera digunakan dan tidak boleh didiamkan di udara terbuka selama lima hingga sepuluh menit. Hal ini untuk mencegah kontaminasi dari udara yang dapat mengurangi sterilitas jarum dan berpotensi menyebabkan infeksi.
“Saat jarum ditusukkan, pasien dianjurkan untuk menarik napas dalam-dalam agar tubuh lebih rileks dan memungkinkan jarum bekerja lebih optimal. Indikasi keberhasilan penusukan jarum adalah munculnya sensasi ngilu atau perih ringan,” ujar Ilham. Jumlah jarum yang digunakan dalam setiap sesi tidak memiliki batasan maksimal, namun selalu disesuaikan dengan kondisi dan ketahanan tubuh pasien.
Biasanya, Klinik Battra menerapkan durasi terapi akupunktur yang lebih singkat, yaitu 15-20 menit. Meskipun waktu efektif pengobatan akupunktur umumnya adalah 30 menit. “Salah satu cabang akupunktur yang menarik adalah scalp puncture, atau akupunktur kepala. Metode ini bertujuan untuk merangsang fungsi sensorik dan motorik, dan sering diterapkan pada individu dengan kebutuhan khusus, termasuk penderita ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder),” ucap Ilham.
Stimulasi pada area kepala dipercaya dapat membantu meningkatkan fokus dan koordinasi. Setelah jarum dilepaskan, pasien umumnya akan merasakan tubuh terasa lebih ringan dan gejala penyakit yang diderita dapat berkurang.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





