Tim Batik Connoisseurs saat meresmikan pariwisata di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo

Tim Batik Connoisseurs UNAIR Bawa Kampung Batik Jetis Sidoarjo Bangkit Lewat Program ‘Jejak Jetis’

28 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Berawal dari keprihatinan atas merosotnya geliat pengrajin batik pascapandemi di Sidoarjo, lima mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil langkah nyata. Melalui gagasan bertajuk “Jejak Jetis”, tim Batik Connoisseurs berhasil menyabet predikat Top III Nasional Astra Honda SDGs Future Leaders (SFL) 2026.

Capaian ini membawa mereka meraih pendanaan langsung dari Yayasan Astra Honda Motor (AHM) untuk menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo yang merupakan sebuah langkah konkret dalam mendukung terwujudnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).

Tim tersebut beranggotakan Kautsar Saleksa, Muhammad Ismail Zuhair, Rahmat Satria Rahardja, dan Rifki Abdul Aziz dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Anggun Pujianti Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Ketua Tim Batik Connoisseurs, Kautsar Saleksa, mengungkapkan bahwa penelusuran digital mendasari pemilihan lokasi Kampung Batik Jetis. Aktivitas wisatawan di kawasan bersejarah tersebut menunjukkan penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir.

“Data menunjukkan penurunan pelaku UMKM batik secara tajam. Dari semula 15 UMKM batik tulis kini tersisa kurang lebih lima UMKM batik tulis saja. Kampung Batik Jetis Sidoarjo mengalami penurunan popularitas serta perhatian,” terang Kautsar.

Tim Batik Connoisseurs yang beranggotakan Kautsar Saleksa, M Ismail Zuhair, Rahmat Satria, dan Rifki Abdul Aziz dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Anggun Pujianti dari program dari Fakultas Ilmu Budaya
Tim Batik Connoisseurs yang beranggotakan Kautsar Saleksa, M Ismail Zuhair, Rahmat Satria, dan Rifki Abdul Aziz dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Anggun Pujianti dari program dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) (Foto: Istimewa)

Melihat fenomena tersebut, sejak Agustus 2026 tim Batik Connoisseurs mulai merancang program pengembangan wisata terpadu. Langkah ini menyatukan seluruh elemen warga, mulai dari pengrajin batik, pelaku UMKM kuliner (food and beverage), hingga kelompok pemuda Karang Taruna.

Keberhasilan perancangan program ini tidak lepas dari pembagian peran sesuai latar belakang ilmu para anggota. Anggun Pujianti memimpin penggalian nilai historis batik serta pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, tim Ekonomi Islam FEB fokus mengelola penganggaran, merancang media visual, serta menganalisis skema bisnis.

Demi menjaga program agar terus berjalan mandiri, tim Batik Connoisseurs menginisiasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang melibatkan pemuda lokal.

“Kami membentuk organisasi yang secara khusus mengelola operasional wisata. Karang Taruna memegang peran kunci, sehingga saat masa pendampingan kami berakhir, roda pariwisata tetap berputar,” jelas Kautsar.

Selain memberikan pelatihan pemandu wisata (tour guide), program Jejak Jetis mendirikan infrastruktur fisik penunjang. Seperti gapura kawasan, papan sejarah, peta lokasi wisata, hingga plang informasi di setiap rumah pengrajin.

Guna menggairahkan transaksi ekonomi warga lokal, tim menerapkan mekanisme kupon insentif bagi para wisatawan. Para pengunjung mendapatkan potongan harga sebesar Rp30.000 untuk setiap pembelian kain batik, serta insentif diskon Rp5.000 pada gerai UMKM kuliner sekitar. Langkah ini terbukti efektif menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Meski sempat menghadapi hambatan berupa pengaturan jadwal kuliah serta kehati-hatian warga pada awal sosialisasi, tim terus konsisten terjun ke lapangan.

“Kami hadir di Kampung Batik Jetis untuk membawa program yang terus berlanjut, bukan sekadar datang lalu pergi. Kami berharap keunggulan Kampung Batik Jetis makin populer bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” tutur Kautsar.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top