Tim Ekspedisi Patriot saat melakukan pendampingan dalam kegiatan menanam padi di Gapoktan Manokwari. (Foto: Dokumentasi Tim Ekspedisi Patriot)

Tim Ekspedisi Patriot Galakkan Tanam Padi Guna Produksi Jerami Plus Penunjang Ternak di Gapoktan Marzuki Manokwari

4 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) galakkan kegiatan menanam padi pada Jumat (21/8/2026) di Gapoktan Marzuki Sidey, SP10, Manokwari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mengolah limbah jerami padi dengan kapasitas sembilan ton jerami per hektar selama panen pada tiga bulan kedepan.

Ketua tim, Prof Dr Herry Agoes Hermadi drh Msi menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hijauan sapi bali, limbah jerami yang awalnya berserat kasar tinggi dan hanya memiliki protein sekitar dua sampai lima persen, kini tim olah menjadi inovasi “Jerami Padi Plus” melalui fermentasi anaerob. Melalui proses ini, kadar protein kasar jerami yang tadinya sangat rendah berhasil naik secara signifikan hingga mencapai 13,56 persen, sehingga jauh lebih bergizi dan mudah untuk ternak dalam mencernanya. 

“Pembuatan pakan ini dilakukan dengan memotong jerami sepanjang 10-15 cm, menyusunnya berlapis setebal 20-30 cm, menaburkan dedak. Kemudian menyiramnya dengan larutan air, molase, serta cairan EM4 yang diproduksi mandiri oleh TEP SP10 peternakan sebelum dipadatkan rapat selama 7 hingga 14 hari,” jelasnya.

Nutrisi Jerami Plus

Prof Herry memaparkan pembuatan Jerami Plus yang berpadu dengan teknologi pencampuran pakan menggunakan hijauan bernutrisi seperti rumput gajah, tebon jagung berusia tiga bulan, dan daun pisang kering untuk memenuhi kebutuhan energi ternak. Kombinasi ini sangat ideal karena tebon jagung memiliki kadar air yang pas untuk silase, sementara daun pisang kering dan rumput gajah menyumbang protein kasar yang cukup tinggi. “Ransum pakan harian dirancang agar memiliki protein kasar 10 hingga 12 persen. Sehingga, pertumbuhan janin sapi bali bunting tetap sehat tanpa penurunan bobot pada induk,” paparnya.

Selanjutnya, untuk mendongkrak kualitas Jerami Plus, campuran pakan mengandung bahan bernilai gizi tinggi seperti bungkil sawit dan legum Indigofera. Bungkil sawit melengkapi kebutuhan lemak kasar hingga 10 persen, sedangkan Indigofera menyumbang protein kasar yang sangat masif, yakni mencapai 24 hingga 31 persen. “Tanaman Indigofera kami andalkan sebagai konsentrat hijau. Karena, kadar proteinnya jauh melampaui rumput biasa dan sangat efektif memperkaya mutu Jerami Plus,” imbuhnya.

Sebagai penyempurna nutrisi, formulasi pakan ini mendapat dukungan dari inovasi premix mineral komersial yang produksinya secara mandiri oleh TEP SP10. Suplemen ini tidak sekadar bercampur ke ransum, tetapi juga menjadi mineral blok jilat berbentuk bulat menggunakan komposisi 3 kg garam krosok, 1 kg semen putih, dan 1 kg mineral premix. “Inovasi mineral blok jilat ini siap disajikan secara kering di kandang untuk mendongkrak palatabilitas. Sekaligus, memastikan kebutuhan mineral makro dan mikro ternak terpenuhi,” tegasnya.

Pemberdayaan Petani Transmigran 

Prof Herry berharap melalui program pemberdayaan petani transmigran, kebiasaan lama membakar sisa panen kini dapat masyarakat ubah menjadi upaya optimalisasi limbah jerami yang potensinya mencapai 7 hingga 9 ton per hektar. Langkah ini menjadi wujud nyata inovasi pertanian terpadu, di mana Kementrans telah mendanai uji coba awal pembuatan silase bernutrisi tinggi menggunakan wadah berkapasitas satu ton. “Harapan kami, ide pemanfaatan limbah ini terus didukung Kementrans agar pelatihan pengkayaan mikroba minggu depan dapat terselenggara sempurna dan membawa kesuksesan bagi para petani,” pesannya.

Kegiatan Tim Ekspedisi Patriot sangat mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities). 

Pendamping Kelompok: Herry Agoes Hermadi, Ardito Hariadi, Terius Siep, Dorce Rumbrapuk,  Kamilah Yuniah Ahmad, serta Putri Aji Esa Susilo.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .