Universitas Airlangga Official Website

Tim FKG UNAIR Raih Juara 2 Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025 lewat Inovasi Deteksi Risiko Kardiovaskular

Tim FKG Universitas Airlangga menerima penghargaan Juara 2 kategori International Essay Oral Presentation pada The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)
Tim FKG Universitas Airlangga menerima penghargaan Juara 2 kategori International Essay Oral Presentation pada The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga kembali meraih prestasi. Tim FKG UNAIR menyabet juara 2 kategori International Essay Oral Presentation dalam ajang The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. Tim terdiri dari Hanif Azzikri Hidayatullah, sebagai ketua tim, Nabil Ahmad Wafiudin dan Muhammad Azka Rizkil Muna. Dr Desiana Radithia drg SpPM (K) secara langsung menjadi dosen pembimbing.

Prestasi tersebut mereka raih melalui karya ilmiah berjudul “Saliva’s Silent Guardian: Saliva Swab Technology Unveiling Cardiovascular Risks Hidden in Periodontal Disease“. Karya ini mengangkat keterkaitan antara penyakit periodontal dan risiko penyakit kardiovaskular dengan pendekatan inovatif berbasis teknologi saliva.

Saliva sebagai Gerbang Deteksi Dini Penyakit Sistemik

Topik ini mereka pilih berangkat dari tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Selain itu, tingginya prevalensi periodontitis di Indonesia dan dunia. Peradangan gusi yang tidak terkontrol dapat memicu peradangan sistemik dan kerusakan pembuluh darah. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Melalui karya ini, tim menegaskan bahwa saliva bukan sekadar cairan pencernaan, tetapi menyimpan informasi biologis penting terkait kondisi tubuh. Dengan teknologi saliva swab yang sederhana dan non-invasif, kesehatan mulut bermanfaat sebagai pintu masuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular.

Inovasi Teknologi dan Penyampaian Gagasan

Saliva mereka pilih sebagai fokus kajian karena ketersediaannya yang banyak dan mudah, nyaman bagi pasien, serta mengandung biomarker penting yang mencerminkan tingkat peradangan lokal dan sistemik. Tim menilai teknologi ini berpotensi menjadi alat skrining massal yang murah, cepat, dan mudah diakses.

Keunikan karya ini terletak pada sistem terintegrasi yang menggabungkan swab khusus, microfluidic chip sekali pakai, dan analisis biomarker berbasis kecerdasan buatan. Dalam oral presentation, tim memadukan fakta ilmiah, visualisasi jalur peradangan dari mulut ke jantung, serta demonstrasi antarmuka sistem agar mudah juri dan audiens pahami.

Dukungan, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Tantangan utama yang tim hadapi adalah menyederhanakan konsep teknis yang kompleks serta membagi waktu antara persiapan lomba dan Ujian Akhir Semester. Tantangan tersebut dapat teratasi melalui kerja sama tim dan pendampingan intensif dari dosen pembimbing.

Bimbingan dari Dr Desiana Radithia drg SpPM (K) berperan besar dalam mematangkan alur argumentasi dan presentasi yang persuasif. Keberhasilan meraih Juara 2 menjadi pengalaman berharga dan memperkuat keyakinan bahwa pencegahan penyakit sistemik dapat bermula dari kesehatan mulut sebagai gerbang menuju tubuh yang lebih sehat.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto