UNAIR NEWS – mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR) kembali mendulang prestasi membanggakan. Tim yang terdiri dari Hanif Azzkiri Hidayatullah selaku ketua, bersama Muhamad Farel Fachruzani dan Christabel Maureen Vitaley Sung, berhasil meraih Juara 2 kategori National Literature Review dalam ajang Pramunas Dental Competition 2026.
Dalam proses penyusunan karya, tim membagi peran secara terstruktur dan kolaboratif. Pengerjaan seluruh tahapan bersama dengan pendampingan dosen pembimbing Dr drg Anis Irmawati MKes PBO. “Kami ingin mengasah kemampuan penulisan ilmiah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu kedokteran gigi,” ungkap tim.
Kaji Near-Infrared Transillumination untuk Deteksi Dini Karies
Tim FKG UNAIR mengangkat topik Near-Infrared Transillumination (NIRT) sebagai metode deteksi dini karies interproksimal karena relevansinya yang tinggi dengan permasalahan kesehatan gigi di Indonesia. Tingginya prevalensi karies gigi secara nasional mendorong perlunya metode diagnosis yang lebih akurat dan aman.
Radiografi bitewing sebagai metode konvensional mereka nilai memiliki keterbatasan, terutama terkait paparan radiasi dan sensitivitas terhadap lesi awal. Oleh karena itu, tim memilih NIRT sebagai alternatif inovatif yang bebas radiasi. “NIRT menawarkan potensi sensitivitas tinggi tanpa risiko radiasi, sehingga aman digunakan pada kelompok rentan,” jelas tim.
Tujuan utama penyusunan literature review ini adalah mensintesis bukti ilmiah terkini terkait akurasi NIRT dalam mendeteksi karies interproksimal. Tim berharap hasil kajian ini dapat memperkaya referensi klinisi dalam menentukan modalitas pemeriksaan serta menambah wawasan ilmiah di bidang diagnosis karies gigi.
Proses Ilmiah, Tantangan, dan Makna Prestasi
Proses penyusunan karya bermula dari diskusi penentuan topik dan fokus kajian, berlanjut dengan penelusuran literatur sistematis pada berbagai basis data ilmiah terpercaya. Referensi yang mereka peroleh melalui seleksi secara ketat berdasarkan kriteria inklusi untuk menjamin kualitas dan kedalaman analisis.
Hasil kajian menunjukkan bahwa NIRT memiliki sensitivitas lebih dari 90 persen dalam mendeteksi karies interproksimal serta keunggulan utama berupa bebas radiasi. Namun, metode ini juga memiliki keterbatasan, seperti spesifisitas yang relatif lebih rendah dan performa yang kurang optimal pada gigi sulung. Dengan demikian, NIRT dinilai berpotensi sebagai alat pelengkap yang bernilai dalam praktik klinis.
Tantangan terbesar yang tim hadapi adalah pelaksanaan kompetisi yang beriringan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal tersebut teratasi melalui koordinasi intensif, pembagian tugas yang jelas, dan komitmen bersama. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi,” tutup tim.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





