UNAIR NEWS – Tim Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Universitas Airlangga membuat program mengajarkan cara budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) pada masyarakat Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Program BUDIKDAMBER tersebut berhasil terlaksana pada Selasa (30/01/2024).
Penanggung jawab kegiatan BUDIKDAMBER adalah Lorent Cesar Vallentino, Mahasiswa Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR. Tino menjelaskan bahwa BUDIKDAMBER menjadi salah satu program unggulan dari kelompoknya.
Selain BUDIKDAMBER, kelompok Pakal 2 juga melakukan beberapa program kerja lain seperti Pengembangan Produk Hasil Panen, Pengenalan Proyek Listrik Tenaga Surya Sederhana (PARYA), Sosialisasi Anti-Bullying, dan masih banyak lagi.
Peluang Inovasi
Tino menjelaskan dalam wawancaranya bahwa ia dan kelompoknya melakukan beberapa kali survei ke daerah Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, untuk mencari tahu kondisi daerah tersebut. Dari hasil survei yang ada, Tino dan kelompok Pakal 2 mendapati bahwa daerah tersebut masih dalam proses pembangunan.
“Kondisi daerah Kelurahan Pakal termasuk dalam kondisi yang sedang dalam proses pembangunan, tetapi sudah sangat baik. Melihat dari segi lingkungan yang ada, masih banyak lahan untuk perkebunan dan persawahan. Utamanya pada RW 04 terdapat set hidroponik yang sudah lama tak terpakai, sehingga bisa kami manfaatkan untuk kebutuhan pelaksanaan program kerja kami,” jelas Tino terkait kondisi daerah tempatnya menjalankan program kerja.

Pelaksanaan Program Kerja
Selanjutnya Tino memaparkan bahwa program kerja budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) dan Pengembangan Produk Hasil Panen terlaksana secara bersamaan karena memiliki kesamaan media yang dipakai yaitu ember. Pelaksanaannya bertempat di Balai RW 04 (lama), Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Surabaya.
Tino menyebutkan beberapa masyarakat RW 04 Pakal hadir secara langsung sebagai peserta kegiatan BUDIKDAMBER dan Pengembangan Produk Hasil Panen. “Warga RW 04 terlihat antusias mengenai pengenalan BUDIKDAMBER. Hal ini dapat dilihat dari beberapa warga yang memberikan pertanyaan mengenai Metode Budikdamber,” ungkap Tino.
Setelah kegiatan berhasil terlaksana, Tino menyampaikan rasa syukur dan harapannya untuk pelaksanaan program kerja tersebut. Semoga, lanjutnya, pengenalan BUDIKDAMBER ini dapat bermanfaat bagi warga setempat dan memberi wawasan baru mengenai metode budidaya ikan dan tanaman.
“Khususnya ikan lele dan tanaman kangkung dalam media ember. Sehingga hasil panen dari Budikdamber ini dapat bermanfaat untuk dijual dan meningkatkan nilai ekonomi warga setempat,” pungkas Tino.
Penulis: Adinda Aulia Pratiwi
Editor: Nuri Hermawan





