Air merupakan sumber penting bagi manusia sebagai penunjang kehidupan sehari hari. dengan tingginya populasi penduduk semakin tinggi pula pasokan air bersih yang dibutuhkan. Pemborosan air masih sering disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan kran air, dimana banyak pengguna kran yang lupa mematikan kran setelah digunakan, atau sering tidak menutup kran dengan baik sehingga air tetap mengalir, oleh karena itu diperlukan solusi dalam mengurangi limbah air dalam aktivitas sehari-hari.
Solusi?
Dari tahun ke tahun mahasiswa universitas airlangga makin bertambah. Dengan begitu, penggunaan air bersih pun juga bertambah. Salah satu solusi agar tidak ada permasalahan air adalah dengan menggunakan mikrokontroller dan menggabungkan dengan beberapa kran sensor. Kran sensor beroperasi berdasarkan teknologi sensor yang dapat mendeteksi gerakan atau kehadiran objek di bawahnya. Ada beberapa jenis sensor yang digunakan dalam kran sensor, termasuk sensor inframerah, sensor ultrasonik, dan sensor kapasitif. Sensor ini terhubung ke sistem kontrol yang mengatur aliran air. Ketika sensor mendeteksi gerakan, sistem kontrol memberikan perintah kepada katup air untuk membuka aliran. Begitu objek tersebut tidak lagi terdeteksi, aliran air ditutup. Ini membuat pengguna tidak perlu menyentuh kran dengan tangan yang mungkin terkontaminasi oleh bakteri, virus, dsb.
Kenapa harus kran otomatis?
Penggunaan kran otomatis merupakan salah satu cara efektif untuk menghemat air di berbagai lingkungan, termasuk kampus. Sistem faucet otomatis, juga dikenal sebagai sensor atau mobile faucet, mendeteksi tangan atau benda di dekat faucet, kemudian mengalir secara otomatis selama beberapa detik sebelum berhenti secara otomatis. Berikut beberapa manfaat penggunaan kran otomatis untuk menghemat air di area kampus:
1. Penggunaan air yang tepat: keran otomatis mengalirkan air hanya jika diperlukan. Hal ini untuk menghindari pemborosan air oleh pengguna yang mungkin lupa mematikan keran setelah selesai.
2. Pencegahan kebocoran: Kran otomatis umumnya memiliki risiko kebocoran air yang lebih kecil dibandingkan keran manual, yang mungkin tidak menutup dengan benar setelah digunakan.
3. Penghematan air: Dengan mengurangi pemborosan air, keran otomatis dapat membantu menghemat air, yang merupakan sumber daya yang sangat berharga.
4. Kebersihan dan kesehatan: Kran otomatis mengurangi kontak fisik dengan keran, sehingga dapat membantu mencegah penyebaran bakteri dan menjaga kebersihan.
 5. Kenyamanan pengguna: Pengguna tidak perlu memutar atau memindahkan pegangan keran secara manual, sehingga keran otomatis lebih nyaman digunakan.
Pengaplikasian
Kran sensor ini akan diaplikasikan secara merata pada setiap Gedung kampus di Universitas Airlangga sebagai Upaya dalam penghematan air bersih. diantara lain Fakultas Kedokteran dengan 56 kran otomatis terpasang dari 106 kran otomstis, FKG dengan 4 kran otomatis yang terpasang dari 4 jumlah total kran otomatis, FH dengan 60 kran terpasang dari jumlah total 65 kran otomatis, FEB dengan 34 kran terpasang dari jumlah total 87 kran otomatis, FF dengan 95 kran terpasang dari jumlah total 146 kran otomatis, FKH dengan 100 kran terpasang dari jumlah total 250 kran otomatis, FISIP dengan 60 kran terpasang dari jumlah total 66 kran otomatis, FST dengan 100 kran terpasang dari jumlah total 173 kran otomatis, FKM dengan 6 kran terpasang dari jumlah total 99 kran otomatis, FPSI belum terpasang sama sekali dari jumlah total 12 kran otomas, FIB dengan 8 kran terpasang dari 24 kran otomatis, FKP dengan 3 kran terpasang dari jumlah total 19 kran otomatis, FV dengan 2 kran terpasang dari jumlah total 2 kran otomatis, SPS dengan 10 kran terpasang dari jumlah total 24 kran otomatis, FTMM dengan 40 kran terpasang dari jumlah total 47 kran otomatis. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian kran otomatis di setiap Gedung fakultas baru mencapai 52% atau 678 kran otomatis yang terpasang di Gedung Gedung fakultas saat ini.Dengan menggunakan kran otomatis per fakultas, universitas airlangga sudah menerapkan tujuan ke enam dari SDGS yaitu air bersih dan sanitasi pada lingkungan kampus.
Penulis: Tim DLKKL





