Universitas Airlangga Official Website

Tips Menulis Esai Beasiswa Ala Mahasiswa UNAIR

FOTO Glorya Angela saat berbagi tips menulis esai dalam kegiatan 1001 Cara Jitu Menaklukkan Beasiswa (Foto: dok pribadi
FOTO Glorya Angela saat berbagi tips menulis esai dalam kegiatan 1001 Cara Jitu Menaklukkan Beasiswa (Foto: dok pribadi

UNAIR NEWS – Esai menjadi salah satu komponen terpenting dalam mendaftar beasiswa. Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan webinar bertajuk 1001 Cara Jitu Menaklukkan Beasiswa yang diselenggarakan oleh BEM FKM UNAIR. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (4/5/2025) itu mengundang Glorya Angela, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR dan Salma Rezanita, kreator konten. Keduanya merupakan awardee Beasiswa Unggulan.

Glorya menyebutkan bahwa esai merupakan kesempatan untuk menunjukkan diri yang sebenarnya. Menurutnya esai juga dapat berisi cerita pribadi, prestasi, hingga tantangan yang dialami dalam hidup. Penulisan esai yang baik perlu dipahami karena menjadi poin penilaian yang penting dalam seleksi beasiswa. 

“Esai juga dapat menunjukkan apa yang membuat kamu berbeda dari pendaftar lainnya,” ujarnya.

Glorya mengatakan bahwa dalam menulis esai pastikan apa yang tertulis adalah kondisi yang sesuai dengan realita. “Jangan dilebih-lebihkan atau jangan dikurang-kurangkan karena esai yang kamu buat itu mencerminkan diri kamu,” tegasnya. Ia menyarankan untuk menulis esai sesuai dengan apa yang dirasakan dan apa yang akan dilakukan kedepannya.

Dalam menulis esai, sambungnya, perlu untuk memainkan kata-kata yang persuasif tapi tidak berlebihan. “Kita harus pintar-pintar memainkan diksi yang benar, harus meyakinkan tapi tidak terlihat berimajinasi terlalu tinggi,” ujarnya. Menurutnya, pendaftar harus banyak berlatih untuk menggunakan kata-kata yang tepat dalam menulis esai.

Tidak hanya orisinalitas, Glorya juga menyebut bahwa penting untuk memikirkan kalimat hook yang menarik. Hook, sambungnya, merupakan kalimat yang mampu menarik perhatian pembaca. “Pembaca esai tidak hanya membaca esai kita saja, pasti banyak sekali esai yang dibaca. Jadi, kita harus membuat esai yang berbeda dari yang lain,” ucapnya.

Glorya juga mengingatkan pendaftar beasiswa untuk selalu memperhatikan tema esai yang telah diberikan. Ia mengatakan bahwa memahami tema esai merupakan langkah yang krusial sebelum menulis. “Lihat temanya dulu ketika ingin menulis esai. Dengan kita memahami tema tersebut, maka esai yang kita buat nantinya akan jauh lebih kompatibel untuk dibaca oleh pemberi beasiswa,” tuturnya.

Selain tema, Glorya mengatakan perlunya mengenali tujuan dan nilai beasiswa. Setiap penyelenggara beasiswa memiliki tujuan, nilai, serta visi misi yang ingin dicapai. “Ketika aku mendaftar Beasiswa Unggulan, aku juga mengulik lebih dalam tentang visi misi mereka dan mereka ingin mencari awardee seperti apa. Kita harus mencocokkan diri dengan mereka,” tegasnya.

Dalam menulis esai, menurut Glorya juga penting untuk menetapkan fokus utama esai. Meskipun tema esai telah ditetapkan, fokus utama esai menjadi poin penting terkait apa yang akan dibahas dalam esai. Fokus utama esai harus relevan dengan program studi yang sedang dijalani dan dapat menunjukkan kontribusi di masa depan. 

“Misalnya tema esai tentang Kontribusi Untuk Indonesia, kamu berada di bidang pendidikan. Maka, kamu bisa fokuskan esai kamu pada bagaimana pendidikan bisa menjadi alat untuk kemajuan Indonesia,” jelasnya.

Poin lain yang perlu diperhatikan, sambungnya, adalah perhatikan struktur esai. Struktur esai yang baik terdiri dari hook, perkenalan, isi, dan penutup. Ia berpesan pada bagian penutup, pendaftar harus menjelaskan komitmen yang kuat tetapi tetap realistis apabila diterima sebagai awardee. “Kamu harus menunjukkan kesiapan dan komitmen kamu yang besar untuk menyelesaikan studi dan berkontribusi untuk Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia