Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah mengubah semua aspek kehidupan, termasuk cara orang bekerja dan berinteraksi satu sama lain. Selama pandemi, beberapa industri penting, belum lagi tenaga kesehatan, harus menanggung situasi kacau atau mengancam jiwa untuk tetap bekerja untuk memastikan bahwa pandemi dapat diatasi. Tindakan tenaga kesehatan awalnya semacam kontribusi yang jarang diperhatikan oleh publik, tetapi mereka sudah mulai diakui sebagai pahlawan baru di keseharian. Perawat adalah pekerja garis depan di antara tenaga kesehatan lainnya yang menghadapi virus COVID-19 atau penyakit menular mematikan lainnya. Perawat secara langsung menyediakan layanan kesehatan penting di mana mereka paling dibutuhkan, baik di rumah sakit maupun tatanan komunitas. Tidak hanya energi fisik yang akan dieksploitasi, tetapi pengorbanan mental juga dapat terpengaruh. Fenomena ini telah dibuktikan dengan meningkatnya angka kematian di kalangan perawat di seluruh dunia. Data terbaru Konsil Perawat Internasional menunjukkan bahwa lebih dari 1500 perawat telah meninggal karena COVID-19 pada tahun 2020 (International Council of Nurses, 2020) dan hingga 180.000 tenaga kesehatan dan perawat bisa meninggal karena COVID-19 pada tahun 2021(World Health Organization, 2021). Krisis ini muncul permintaan untuk perawat yang berniat dan mampu menggantikan mereka yang telah jatuh. Situasi yang menantang ini menyebabkan perawat mampu mengelola masalah dan, pada saat yang sama, mereka dapat menjadi pemimpin baru di garis depan.
Pelajaran yang dapat dicatat dari pandemi COVID-19, adalah bahwa perawat sebagai pekerja garis depan terus mengelola lingkungan fasilitas kesehatan yang tangguh untuk menyelamatkan banyak orang dari COVID-19. Mereka adalah kandidat potensial yang menjadi pemimpin terdepan karena mereka telah berpengalaman memperlakukan klien dan komunitas dengan cara yang cukup kompleks selama pandemi. Karena itu, penting untuk menganggap mereka sebagai pemimpin masa depan seperti dengan memberikan dukungan kebijakan yang lebih besar di tingkat nasional. Kesempatan yang sama untuk berkontribusi pada proses pembuatan kebijakan akan menciptakan lingkungan yang solid bagi perawat. Regulasi standar tentang pekerjaan dan gaji yang layak juga perlu dikembangkan untuk melindungi kesejahteraan perawat. Tak perlu dikatakan bahwa gaji perawat di Indonesia bervariasi di seluruh sektor, meskipun perawat sering melampaui tugas mereka, banyak dari mereka telah diharapkan untuk mencapai lebih banyak dengan apresiasi kurang. Situasi yang tidak adil ini harus diubah menjadi situasi yang baik dengan melengkapi perawat dengan gaji yang layak sama dengan petugas kesehatan garis depan lainnya.
Manajemen bakat perawat juga perlu dikembangkan di tingkat nasional untuk mengakomodasi regenerasi dan suksesi sebagai pemimpin. Strategi ini akan berdampak pada bagaimana perawat dapat memiliki tolok ukur yang sama dengan profesi kesehatan lainnya baik secara regional maupun nasional. Sebuah seruan baru-baru ini dari World Health Organization (2020) mengamanatkan tiga pilar aspek penting, yaitu, investasi, pendidikan, pekerjaan dan kepemimpinan. Pandemi ini telah membuka kesempatan bagi perawat untuk naik tangga kepemimpinan dan memperluas posisi kepemimpinan di setiap lingkungan.
Singkatnya, kita bisa menyebut personel perawat garis depan sebagai pahlawan di era pandemi; namun, hanya melabeli mereka tanpa juga mempertimbangkan apa yang harus mereka katakan menghilangkan peluang kemajuan. Implementasi kebijakan konkret sangat penting, investasi di sektor pendidikan tidak dapat dihindari, dan koordinasi dari bawah ke atas sangat penting dalam memastikan bahwa pandangan garis depan didengar. Terlepas dari apakah hal-hal yang optimal atau tidak, perawat garis depan muncul dan melakukan tugas mereka seperti halnya setiap pemimpin yang melayani dan melindungi klien dan masyarakat.
Penulis: Ferry Efendi
Referensi
International Council of Nurses. (2020, October 28). ICN confirms 1,500 nurses have died from COVID-19 in 44 countries and estimates that healthcare worker COVID-19 fatalities worldwide could be more than 20,000 | ICN -International Council of Nurses. https://www.icn.ch/news/icn-confirms-1500-nurses-have-died-covid-19-44-countries-and-estimates-healthcare-worker-covid
World Health Organization. (2021, October 20). Health and Care Worker Deaths during COVID-19. https://www.who.int/news/item/20-10-2021-health-and-care-worker-deaths-during-covid-19 World Health Organization, ICN, & Nursingnow. (2020). State of The World’s Nursing 2020: investing in education, jobs and leadership. World Health Organisation. https://www.paho.org/es/documentos/situacion-enfermeria-mundo-2020-resumen-orientacion





