n

Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan UNIDA Gontor Teken Mou terkait 6 Bidang

MoU
DARI Kiri, Sekretaris UNAIR Drs. Koko Srimulyo, M.Si.; Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.; Wakil Rektor I UNAIR Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM.; dan Wakil Rektor III. (Foto: Feri Fenoria)

UNAIR NEWS – Berupaya mewujudkan tri dharma perguruan tinggi secara maksimal, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Universitas Airlangga (UNAIR) menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada Rabu (7/3). Bertempat di Ruang Sidang Pleno, Lantai 3, Gedung Manajemen Kampus C, penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kedua pihak. Turut hadir Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah M.Si., Ph.D., dan Sekretaris UNAIR Drs. Koko Srimulyo, M.Si.

Di dalam kesepakatan tersebut, terdapat enam lingkup yang disepakati. Lingkup itu meliputi kelembagaan, pendidikan, kegiatan keilmuan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan penerbitan atau publikasi karya ilmiah, serta seminar atau lokakarya.

Dalam sambutannya, Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., menyatakan bahwa awalnya, UNIDA adalah institusi Islam sehingga hanya memiliki fakultas keagamaan. Kini UNIDA telah memiliki fakultas umum. Total, terdapat tujuh fakultas, baik bidang keagamaan maupun umum, serta satu program pascasarjana.

“Keagamaan, ada ushuludin dan syariah. Terdapat pula fakultas sains dan teknologi, ekonomi dan manajemen, humaniora, pendidikan, serta kesehatan,” ujarnya. ”Ada pula pascasarjana, yaitu departemen teologi Islam dan pengajaran bahasa Arab,” imbuhnya.

Terkait dengan hal itu, lanjut Prof. Amal, kedua pihak diharapkan dapat saling menyokong. Yakni, UNAIR melakukan kolaborasi dalam upaya secara bersama-sama mewujudkan tri darma perguruan tinggi.

”Ini (wujud MoU, Red) bisa kolaborasi riset, kuliah tamu, kolaborasi seminar atau lokakarya, hingga kolaborasi pengabdian kepada masyarakat. Kami (UNIDA) sangat terbuka mengundang Pak Rektor beserta jajaran ke Gontor,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., menggantikan rektor UNAIR menyambut baik MoU tersebut. Penandatanganan itu, imbuh dia, merupakan salah satu bentuk terobosan yang diharapkan dapat memajukan lembaga perguruan tinggi di Indonesia.

”Soal MoU, secara kesejarahan, UNAIR memang berasal dari Lembaga pendidikan kedokteran (kesehatan, Red). Ini yang bisa nanti diperkuat. Dan, Gontor ini adalah salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia,” sebutnya. ”Nanti ditindaklanjuti dan disiapkan. Prof. Amal bisa sering-sering bersilaturahmi dengan Pak Rektor,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Prof. Djoko, UNAIR memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan. Terutama dalam kiprahnya mewujudkan tri darma perguruan tinggi. Ke depan, ungkap dia, UNIDA juga diharapkan mampu menjadi pusat excellence. Bukan hanya bidang keagamaan, tapi di bidang ilmu umum.

”Terutama dengan warna penguatan nilai-nilai kegamaan di dalamnya,” tutur Pro. Djoko. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan