Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Mulai Terapkan Kawasan Tanpa Rokok 

Dr Sri Widati S Sos M Si dalam acara Happy and Healthy Life Balance di Auditorium Candradimuka GKB Kampus Merr-C (Sumber: Nokya Suripto Putri)
Dr Sri Widati S Sos M Si dalam acara Happy and Healthy Life Balance di Auditorium Candradimuka GKB Kampus Merr-C (Sumber: Nokya Suripto Putri)

UNAIR NEWS – Airlangga Health Promotion Center (AHPC) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Happy and Healthy Life Balance pada Rabu (31/5/2023) oleh di Auditorium Candradimuka GKB Kampus Merr-C. Salah satu realisasinya adalah UNAIR mulai terapkan kawasan tanpa rokok. 

Acara itu bertujuan untuk memberikan pelayanan terkait kesehatan fisik, mental, dan pemaparan materi terkait kesehatan. Dalam pemeriksaan kesehatan fisik, ada pemeriksaan BMI, TD, dan juga Cek darah. 

Kemudia, dalam kesehatan mental tersedia ruang konseling tersendiri. Setelah itu, peserta mendapatkan paparan materi. Salah satu materinya adalah “Peraturan Rektor Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Universitas Airlangga” oleh Dr Sri Widati S Sos M Si. 

Informasi KemenKes dan BPS terkait Rokok

“Rokok adalah salah satu produk yang tidak ada ingredientsnya. Bahkan make up saja ada ingredientsnya. Tapi, rokok tidak ada, bahkan di bungkusnya tidak ada tulisan,” ujarnya. 

“Setelah dicek di laboratorium, isi dari rokok meliputi racun untuk hukuman mati atau hydrogen cyanide, pembersih lantai atau ammonia, hingga penghapus cat atau acetone. Tentu hal ini sangat berbahaya bagi tubuh,” imbuhnya.

Berdasar data dari Kementerian Kesehatan 2009-2019 ternyata penyakit terbesar masyarakat Indonesia adalah stroke, serangan jantung, dan diabet. Penyakit itu karena darah tinggi yang mana penyebab keduanya karena merokok. 

Selain itu, Kementerian Kesehatan berkolaborasi dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan sensus ke seluruh penduduk Indonesia. Hasilnya, konsumsi rokok menjadi pengeluaran rumah tangga terbesar kedua sebanyak 11 persen setelah beras dengan jumlah pengeluaran sebanyak 19 persen. 

“BPS juga mengatakan bahwa penduduk Indonesia yang merokok itu hampir 30 persen. Jadi, sekitar hampir 100 jt jiwa penduduk yang merokok dan 70 persennya dari orang-orang menengah ke bawah,” terangnya. 

Pada 2018, jumlah perokok pada usia-usia muda mencapai 9,1 persen. Padahal, pada 2015, Presiden Jokowi meminta agar pada 2019 jumlah perokok menurun 5,4 persen. Tetapi jumlahnya malah meningkat sebanyak 4,3 persen dari sebelumnya. 

Pelaksanaan Peraturan KTR di Universitas Airlangga

UNAIR berusaha membantu dan mendidik mahasiswa untuk menerapkan zero tolerance terhadap narkoba, rokok, sexual harrasment, dan lain-lain. Melalui pemasangan plang dengan tanda-tanda yang tersedia di seluruh kawasan UNAIR. 

Lalu, adanya satgas-satgas KTR di setiap fakultas, pengawasan, dan pelayanan pengaduan, tidak menerima sponsor dari brand rokok, serta peraturan rektor mengenai kawasan tanpa rokok. Termasuk penanggung jawabnya di setiap fakultas hingga universitas. 

Bahkan pembuatan pendampingan untuk perokok aktif yang ingin berhenti merokok bagi mahasiswa dan civitas akademik UNAIR. Tujuannya, untuk mengedukasi mahasiswa, civitas, dan tamu-tamu yang datang di UNAIR, serta mendukung PERDA KTR atau Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok di Surabaya. 

Penulis: Nokya Suripto Putri 

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Mahasiswa PKL FKM UNAIR Gagas Kegiatan bernama “MAS BRO”

Advokasi dan Komunikasi Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok di Jawa Timur