UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) III tahun 2017. Agenda tahunan APPTI ini, tahun ini dipercayakan kepada APPTI Korwil Jawa Timur, kemudian APPTI Korwil Jawa Timur memercayakan penyelenggaraan Mukernas ini kepada Pusat Penerbitan dan Percetakan Universitas Airlangga (Airlangga University Press) pada 2 – 7 Oktober 2017, di Kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya.
Ketua Pusat Penerbitan dan Percetakan Universitas Airlangga, Drs. Aribowo, MA., kepada unair.news menjelaskan, Mukernas akan dihadiri oleh sebagian besar anggota APPTI dari PTN seluruh Indonesia. Tema besar yang akan dibahas oleh APPTI yaitu ”Peran APPTI dalam Memformulasikan Perkembangan Demokrasi Indonesia Pasca Reformasi.
”APPTI ingin mengukur seberapa besar peran penerbit perguruan tinggi dalam membukukan pemikiran, perdebatan, dan perkembangan demokrasi pasca reformasi,” tambah Aribowo, mantan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR itu.
Menurut rencana, Mukernas ini juga akan dibuka oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Prof. Dr. Muhamad Nasir, sekaligus memberikan keynote speech. Mukernas juga akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA.
Guna memeriahkan Mukernas APPTI III ini, AUP juga akan menyelenggarakan Pra-Mukernas yang dilaksanakan pada 2-7 Oktober 2017, di halaman AUP. Pra-Mukernas ini diisi dengan bazar buku-buku Perguruan Tinggi (PT) yang menawarkan diskon mulai 20% hingga 70%. Bazar bathik, dan bazar makanan.

Kemudian selain bazar buku juga akan diselenggarakan bedah buku. Antara lain buku ”Petronage Driven Democracy” dengan pembicara Wawan Sobari, S.IP., MA., Ph.D., dan buku “Garap Sindenan Jawa Timur” oleh Asmoro Nurhadi Panindia (ISI Solo). Selain itu juga akan dimeriahkan dengan pemutaran dan diskusi film. Diantara yang sudah direncanakan adalah film ”Istirahatlah Kata-kata” dan “Ziarah” oleh Sinema Interaktif.
Belum cukup sampai disitu. Masih ada serangkaian keramaian lainnya. Misalnya parade baca puisi, pentas teater “Gapus”, parade band mahasiswa, pertunjukkan tari dan musik keroncong. Beragam acara dalam Pra-Mukernas itu akan dilangsungkan mulai pukul 10.00 hingga 21.00.
Pada acara intinya, masih kata Pak Ari, panggilan akrabnya, Mukernas pada 6 dan 7 Oktober juga akan diisi dengan panel-panel diskusi dengan tema ”Pasang Surut Demokrasi Pasca Reformasi” dengan nara sumber antara lain Gus Ipul, Prof. Dr. Mohtar Mas’oed (Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Gadjah Mada) dan Dr. Daniel Sparringa. Kemudian juga ada diskusi tentang percetakan dan penerbitan, serta pelatihan manajemen penerbitan. (*)
Penulis: Bambang Bes





