UNAIR NEWS – Awan duka yang teramat pekat menyelimuti Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis (15/10/2026). Segenap sivitas akademika tak kuasa menahan tetes air mata saat mengantarkan kepergian mantan Dekan FH UNAIR periode 2016–2020, Prof Dr Drs Abd Shomad SH MH. Prosesi persemayaman ini menjadi saksi bisu betapa besarnya cinta dan kehilangan institusi atas berpulangnya sosok pendidik yang luar biasa.
Mengantarkan kepergian almarhum, Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi; Sekretaris UNAIR, Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt; Rektor UNAIR Periode 2015-2025, Prof Mohammad Nasih SE MT Ak CA; dan jajaran pimpinan FH UNAIR. Dalam kesempatan itu, Prof Koko Srimulyo menyampaikan pesan yang menyentuh. “Bukan seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa besar jejak kebaikan yang bisa ditinggalkan untuk almamater dan bangsa,” tuturnya dengan nada bergetar. Pimpinan universitas bersaksi bahwa almarhum adalah sosok pemimpin peneduh yang selalu merangkul para mahasiswanya dengan penuh kasih dan ketulusan.
Kepedihan mendalam turut dirasakan oleh Wakil Dekan II FH UNAIR Dr Mohammad Syaiful Aris SH MH LLM saat memimpin sesi mengheningkan cipta. Ia mengajak seluruh pelayat yang hadir untuk melangitkan doa terbaik agar perjalanan almarhum menuju keabadian senantiasa diterangi cahaya rahmat. Pada momen penuh haru tersebut, Israfiyla Dhovieriansyah Shofianovic mewakili pihak keluarga turut memohonkan keikhlasan hati seluruh hadirin untuk memaafkan segala kekhilafan sang ayah.
Cinta Tanpa Batas pada Pendidikan
Bukti cinta almarhum pada dunia pendidikan dikisahkan dengan penuh derai air mata oleh rekan seperjuangannya, Dr Fiska Silvia Raden Roro SH MM LLM. “Bahkan tiga minggu sebelum jatuh koma, beliau masih memikirkan nasib mahasiswa dan memaksakan diri mengajar secara daring,” ungkapnya mengenang kegigihan sang guru. Sosok yang tak pernah menyimpan benci ini akan selalu dikenang sebagai pelita yang menginspirasi banyak jiwa untuk terus mengabdi.

Lahir di Bangkalan pada 20 Mei 1967, Prof Shomad merajut seluruh kisah pendidikannya dari jenjang sarjana hingga doktoral di UNAIR. Puncak pengabdiannya ditandai saat ia dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-408 UNAIR pada 1 Juni 2013 melalui orasi bertajuk Merintis Jalan Islami dalam Hukum Bisnis. Almarhum kini berpulang meninggalkan seorang istri tercinta, Endang Fitriyawati SAg, serta dua orang buah hati yang siap meneruskan kepak sayap perjuangannya.
Selamat beristirahat dalam damai, Prof Shomad. Kebaikan, senyum tulus, dan lautan ilmu yang telah engkau taburkan tidak akan pernah layu ditelan sang waktu. Semoga segala jejak pengabdian tersebut menjelma menjadi amal jariah yang terus mengalir dan menerangi peristirahatan panjangmu di sisi-Nya.
Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Yulia Rohmawati
