Vitamin E sering disebut sebagai “vitamin antioksidan.” Artinya, ia bekerja melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul liar yang dapat merusak jaringan dan mempercepat penuaan. Pada hewan maupun manusia, vitamin E terbukti berperan penting dalam menjaga fungsi reproduksi, kehamilan, serta perkembangan janin. Namun, ada satu hal yang menarik: babi (sama seperti manusia) tidak bisa memproduksi vitamin E sendiri. Mereka harus mendapatkannya dari pakan atau suplemen. Sumber vitamin E alami banyak terdapat pada minyak nabati, biji-bijian, kacang, serta sayuran berdaun hijau. Lalu, apakah pemberian vitamin E tambahan pada induk babi yang sedang bunting benar-benar bermanfaat?
Sejumlah penelitian sebelumnya memberikan hasil yang berbeda-beda. Ada studi yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin E pada induk babi meningkatkan kesehatan anak babi yang baru lahir, ada juga yang tidak menemukan pengaruh berarti. Kebingungan inilah yang mendorong para peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Universitas Udayana, IPB University, dan Universitas Airlangga untuk melakukan studi meta-analisis.
Meta-analisis adalah metode ilmiah yang menggabungkan banyak hasil penelitian terdahulu untuk melihat gambaran besar yang lebih jelas. Dalam studi ini, kami menganalisis 21 artikel penelitian tentang suplementasi vitamin E pada induk babi antara tahun 1977 hingga 2021. Delapan parameter utama yang dilihat terkait reproduksi dan kesehatan induk serta anak babi yaitu: kadar vitamin E (α-tocopherol) dalam darah induk selama kebuntingan, kadar vitamin E dalam kolostrum, jumlah anak babi yang lahir per induk, jumlah anak babi lahir mati (stillbirth), jumlah anak babi lahir hidup, bobot total anak dalam satu kelahiran, bobot individu anak babi saat lahir, kadar vitamin E dalam darah anak babi pada hari pertama kelahiran.
Ada peningkatan signifikan pada kadar vitamin E di darah induk babi hamil yang artinya pemberian suplemen vitamin E memang diserap dengan baik dan meningkatkan status antioksidan induk. Anak babi yang baru lahir (hari pertama) juga memiliki kadar vitamin E lebih tinggi. Hal ini penting karena bayi babi lahir dengan cadangan vitamin yang terbatas. Namun, tidak ada pengaruh signifikan terhadap jumlah anak yang lahir, jumlah lahir hidup, lahir mati, bobot lahir, atau bobot total anak. Kadar vitamin E dalam kolostrum tidak meningkat secara nyata. Meski induknya mendapat tambahan vitamin, perpindahannya ke kolostrum ternyata tidak seefisien yang diduga.
Vitamin E memang bukan “obat ajaib” yang bisa meningkatkan jumlah anak babi atau membuat anak lahir lebih besar. Tetapi, perannya dalam meningkatkan cadangan antioksidan tetap sangat penting. Anak babi baru lahir sangat rentan terhadap defisiensi vitamin E karena persediaan cadangan dalam tubuh mereka sangat sedikit. Kekurangan vitamin E dapat menimbulkan masalah serius, seperti white muscle disease (kelainan otot akibat stres oksidatif). Dengan meningkatnya kadar vitamin E pada induk, anak babi juga lahir dengan kondisi tubuh yang lebih siap menghadapi tantangan lingkungan. Selain itu, vitamin E juga diketahui dapat memperkuat fungsi imun. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak babi dari induk yang mendapat vitamin E memiliki kadar antibodi lebih tinggi dan respon imun yang lebih baik.
Vitamin E tidak banyak muncul dalam kolostrum meski induknya diberi suplemen berkaitan dengan cara tubuh menyimpan vitamin E. Karena larut dalam lemak, vitamin ini cenderung disimpan dalam jaringan lemak dan hati, lalu dilepaskan perlahan ke dalam darah. Akibatnya, peningkatan kadar dalam susu atau kolostrum tidak selalu cepat terlihat. Selain itu, proses transfer vitamin E melalui plasenta (dari induk ke janin) juga terbatas. Hanya sebagian kecil vitamin E yang bisa melewati sawar plasenta, sehingga anak babi tetap lahir dengan cadangan yang rendah. Inilah alasan mengapa pemberian vitamin E pada induk tetap penting.
Studi meta-analisis ini menyimpulkan bahwa suplemen vitamin E pada induk babi yang bunting bermanfaat meningkatkan kadar vitamin E dalam darah induk dan anak yang baru lahir, meski tidak berpengaruh signifikan pada jumlah anak atau bobot lahir. Vitamin E tetap merupakan salah satu kunci menjaga kesehatan reproduksi dan daya tahan tubuh, baik pada hewan maupun manusia. Dengan pemahaman ini, kita bisa mengembangkan strategi nutrisi yang lebih tepat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, baik di kandang maupun di rumah.
Penulis: Ragil Angga Prastiya
Link paper: Widyasanti, N. W. H., Hayanti, S. Y., Hidayat, C., Putra, I. P. C., Lase, J. A., Prastiya, R. A., et al. (2025). Effects of vitamin E supplementation on sow gestation: a meta-analysis. Open Veterinary Journal, 15(7), 3206–3215. http://dx.doi.org/10.5455/OVJ.2025.v15.i7.31





