Universitas Airlangga Official Website

Wanala UNAIR Sukseskan Pendakian Jalur Non-Konvensional Gunung Suket dan Pengmas di Ijen

WANALA UNAIR saat melakukan pendakian di Gunung Suket pada 25–26 Agustus 2026. (Foto: Narasumber)
WANALA UNAIR saat melakukan pendakian di Gunung Suket pada 25–26 Agustus 2026. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Mahasiswa Pencinta Alam (Wanala) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar ekspedisi pendakian serta pengabdian masyarakat di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Rangkaian kegiatan berawal dengan pendakian di Gunung Suket pada 25–26 Agustus 2026 dan berlanjut dengan edukasi mitigasi bencana di SDN 02 Djampit pada 27 Agustus 2026.

Pendakian ini menjadi wadah praktik langsung bagi anggota Wanala UNAIR dalam mengaplikasikan manajemen perjalanan, navigasi darat, teknik membaca peta, hingga orientasi medan di jalur non-konvensional. Ketua Operasional kegiatan, Fikri Maulana, menjelaskan bahwa pendakian ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan uji kompetensi teknik kepencintaalaman di lapangan nyata sekaligus bentuk penghormatan terhadap semangat kemerdekaan.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Suket Berdaya Adhirajasa” yang dilakukan oleh WANALA UNAIR di SDN 02 Djampit. (Foto: Narasumber) 
Wujudkan Laskar Siaga Bencana di Lereng Suket

Usai menaklukkan rimba Gunung Suket, tim bergerak menuju SDN 02 Djampit untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertajuk “Suket Berdaya Adhirajasa” bersama 30 siswa dari kelas 4, 5, dan 6.

Dino, perwakilan dari pihak Wanala UNAIR, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian terstruktur dari program internal mereka. “Program Laskar Siaga Bencana ini merupakan program terencana yang menjadi bagian dari agenda Pendidikan Intermediate Divisi Hutan Gunung 2026, dengan sub-agenda pengabdian masyarakat. Sementara agenda intinya adalah pendakian di jalur non-konvensional dan penerapan materi,” terang Dino.

Edukasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi bencana alam, kebersihan lingkungan, hingga simulasi gempa bumi. Dino menilai tingkat penyerapan materi oleh para siswa sangat memuaskan dan tanggap.

“Kesiapan dan pemahaman siswa cukup taktis dan mudah paham. Indikatornya, setelah sosialisasi kami beri kegiatan merespon pernyataan benar-salah dan para siswa dapat memahaminya dengan baik dan benar. Selain itu, praktik simulasi gempa juga terealisasi dengan baik dan taktis,” ujar Dino.

Sambutan Pihak Sekolah

Saat disinggung mengenai kondisi awal fasilitas kesiapsiagaan bencana di SDN 02 Djampit, Dino menyampaikan pengamatannya di lokasi sekolah. “Di sekolah sudah banyak terpasang plang atau tulisan seperti titik kumpul, jalur evakuasi, dan beberapa penanda emergency bahaya,” tambahnya.

Dino juga mengapresiasi sambutan hangat dan dukungan penuh dari pihak sekolah selama kegiatan berlangsung.

“Pihak sekolah sangat baik dan terbuka. Dari proses survei awal sampai hari pelaksanaan kegiatan, mereka sangat memfasilitasi dan mengapresiasi kami,” tutup Dino.

Sesi edukasi berujung dengan penyerahan hadiah alat tulis kantor, bingkisan bagi seluruh siswa, penyerahan cendera mata kepada pihak sekolah, serta seruan jargon “Laskar Siaga!” yang dibalas kompak “Siap, Tanggap, Selamat!” oleh para siswa.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon

Editor: Ragil Kukuh Imanto