Wujudkan Pengabdian Berdampak, UNAIR Fasilitasi Perbanyakan Formulasi Mikroba di Desa Pojok

42 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), mengadakan penyuluhan dan pelatihan untuk aplikasi produk hayati kepada masyarakat tani Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Minggu (18/10/2026). Program pendampingan tersebut bertujuan membantu Masyarakat Tani untuk menerapkan integrated farming beserta circular farming yang lebih efisien serta ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) tahun 2026 yang diketuai oleh Prof Dr Ni’matuzahroh.

Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR memperkenalkan inovasi produk hayati berbasis mikroba: BioFert, BioFeed, BioFish, dan BioChick. Keempat produk tersebut mencakup berbagai sektor yang dapat saling bersinggungan dalam aplikasi Integrated Farming. “Biofert berfungsi untuk membenahi dan melengkapi populasi mikroba tanah, Biofeed dan Biochick sebagai probiotik dapat membantu pencernaan pakan hewan ternak, sedangkan Biofish dapat membantu menjaga kualitas air serta sebagai probiotik ikan,” ujar Drs Agus Supriyanto MKes selaku narasumber.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program AIR-AGRISE (Airlangga Agricultural Resilience, Innovation, Smart Technology, and Empowerment) Pengembangan Teknologi Pangan Berkelanjutan: Dari Smart Farming, Gizi, hingga Pasar Digital. Pemanfaatan produk hayati berbasis mikroba ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2 dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan serta (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pemberdayaan usaha pertanian, peternakan, serta perikanan.

Tim Pengabdian Masyarakat FST UNAIR mengadakan penyuluhan dan pelatihan untuk aplikasi produk hayati kepada masyarakat tani Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Minggu (18/10/2026) (Foto: Istimewa)

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses perbanyakan formulasi mikroba, tim Pengabdian Masyarakat UNAIR memberikan bioreaktor untuk masyarakat tani, demi mendukung kemandirian masyarakat dalam keberlanjutan penyediaan produk hayati ini. Keberadaan reaktor tersebut dapat mempermudah perbanyakan dalam skala yang lebih besar. Sehingga ketersediaan produk bagi masyarakat dapat terjaga. Kehadiran bioreaktor juga menjadi langkah lanjutan dalam mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna produk, tetapi secara bertahap mampu mengembangkan kemandirian dalam penyediaan formulasi mikroba. Melalui pelatihan dan penyediaan fasilitas tersebut, UNAIR berupaya memperkuat kapasitas masyarakat tani dalam menerapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan.

“Harapan kedepannya, bioreaktor ini menjadi fasilitas bagi desa Pojok untuk menyediakan produk hayati secara berkelanjutan, sekaligus sarana untuk mengembangkan keterampilan masyarakat tani dalam perbanyakan dan implementasi produk berbasis mikroba untuk mendukung integrated farming,” tutur Prof Dr Ni’matuzahroh selaku ketua pengabdian masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, UNAIR berupaya menerapkan pengetahuan dan inovasi teknologi hayati secara langsung untuk mendukung pengembangan potensi masyarakat tani di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Penulis: Sholiha Azizatul Zahro

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top