Universitas Airlangga Official Website

Zybio MALDI-TOF EXS2600 vs BD Phoenix M50: Mana yang Lebih Cepat dan Akurat Mendeteksi Bakteri?

sumber; Hello Sehat
sumber; Hello Sehat

Dalam dunia medis, waktu adalah segalanya—terutama saat menyangkut diagnosis infeksi. Penanganan cepat dan tepat hanya mungkin dilakukan jika dokter tahu jenis bakteri penyebab infeksi. Karena itulah, teknologi identifikasi bakteri menjadi bagian vital dari pelayanan kesehatan modern.

Sebuah penelitian terbaru dari tim Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengkaji dua sistem canggih identifikasi bakteri: Zybio MALDI-TOF EXS2600 dan BD Phoenixâ„¢ M50. Keduanya digunakan untuk mendeteksi bakteri dari sampel pasien yang sudah terbukti tumbuh di media kultur, baik dari plate (media padat) maupun botol kultur darah.

Apa Bedanya Dua Teknologi Ini?

Zybio MALDI-TOF bekerja dengan cara membaca sidik jari protein bakteri. Dalam hitungan 1–2 menit, alat ini bisa menunjukkan jenis bakteri berdasarkan profil massanya. Sementara itu, BD Phoenix M50 menggunakan metode biokimia yang memerlukan waktu hingga 16 jam karena bergantung pada pertumbuhan bakteri.

Apa Hasil Penelitiannya?

Studi ini melibatkan 88 sampel kultur positif, terdiri dari 47 sampel plate dan 41 sampel dari botol kultur darah. Hasilnya sangat menarik:

  • Pada sampel plate, kedua alat memberikan hasil yang sama pada 93,6% kasus.
  • Pada sampel darah, kesesuaian hasil sedikit lebih rendah, yakni 87,8%.
  • Terdapat beberapa kasus di mana BD Phoenix tidak mendeteksi bakteri, namun Zybio mampu melakukannya.

Walau perbedaan antara keduanya secara statistik tidak signifikan, tren menunjukkan bahwa Zybio lebih unggul, terutama dalam mendeteksi bakteri pada sampel darah, yang lebih kompleks secara biologi.

Mengapa Ini Penting?

Bayangkan pasien dengan infeksi darah (sepsis) datang ke IGD. Dalam kondisi seperti ini, setiap menit berarti hidup dan mati. Dengan kemampuan mendeteksi bakteri hanya dalam hitungan menit, Zybio MALDI-TOF EXS2600 memberi keunggulan besar dalam memulai terapi antibiotik yang tepat lebih cepat.

Selain itu, teknologi ini juga dapat mengenali bakteri yang sulit tumbuh di laboratorium atau yang hadir dalam jumlah sangat kecil—hal yang sulit dilakukan oleh metode konvensional.

Namun, Phoenix Tetap Punya Peran

Meski Zybio lebih cepat, BD Phoenix M50 masih sangat penting karena kelebihannya dalam pengujian sensitivitas antibiotik—informasi yang diperlukan untuk memilih antibiotik yang paling efektif. Oleh karena itu, kombinasi keduanya memberikan pendekatan paling ideal dalam diagnosis infeksi.

Penelitian ini menegaskan bahwa inovasi teknologi seperti MALDI-TOF membawa revolusi dalam dunia mikrobiologi klinis. Dengan kecepatan dan akurasi tinggi, alat seperti Zybio EXS2600 berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa, mempercepat pengobatan, dan mengurangi beban rumah sakit. Namun, seperti biasa dalam dunia kedokteran, kolaborasi antara berbagai metode tetap menjadi kunci utama untuk diagnosis dan terapi yang optimal.

Jurnal ini bisa di akses pada :

https://jmpcr.samipubco.com/article_216749.html

Penulis :

Arviana Laurensia Chaiyadi Putri, Shirley Shirley, Aryati Aryati,  Fauqa Arinil Aulia