Asap cair adalah produk dari proses pemecahan struktur kayu dengan suhu tinggi. Beberapa kayu di Indonesia yang dapat digunakan untuk menghasilkan asap cair antara lain sekam padi, batok kelapa, kulit durian, kayu lamtoro, bambu, dan kulit biji kakao. Dari berbagai jenis bahan tersebut, sekam padi telah diteliti dan secara laboratoris terbukti memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit, misalnya radang gusi, sariawan, diabetes, dan luka bakar. Asap cair sekam padi mengandung berbagai senyawa antara lain fenol, 2-metoksi fenol, mekuinol, 6-octadecenoic acid, oleic acid dan 9-octadecenoic acid. Senyawa-senyawa inilah yang berperan sebagai analgesik, anti-inflamasi dan anti-bakteri.
Selama pandemi, asap cair juga menjadi topik di beberapa media, terkait potensi untuk mengobati COVID-19, namun, belum ada bukti ilmiah yang mendasarinya. Karena berbagai potensi dari asap cair sekam, seperti analgesik, anti-inflamasi dan anti-bakteri maka perlu dilakukan penelitian terkait potensi asap cair sekam padi terhadap COVID-19. Kami memulai dengan melakukan analisis menggunakan uji in-silico untuk mengetahui apakah ada senyawa dalam asap cair sekam padi yang dapat berinteraksi dengan virus penyebab COVID-19 yaitu SARS-CoV-2. Uji ini, tidak melibatkan sel ataupun hewan coba bahkan manusia. Simulasi secara digital dilakukan, dan harus dapat diprediksi dengan tepat bagaimana mekanisme dan kerja dari asap cair ini.
Virus penyebab COVID-19 yaitu SARS-CoV-2 yang memiliki dua protein utama, yaitu pp1a dan pp1ab. Kedua protein ini berperan pada proses replikasi dan transkripsi yang kemudian menimbulkan infeksi. Protein ini dilepaskan oleh aktivitas pembelahan katalitik struktur 3CL. Struktur 3CL dikenal dan ditemukan dalam suatu struktur yang disebut 6LU7. Struktur ini menjadi target obat yang digunakan untuk menghambat SARS-CoV-2. Kami melakukan uji terhadap enam senyawa dominan dalam asap cair sekam padi yaitu 2-metoksi-fenol, mequinol, fenol, 6-octadecenoic acid, oleic acid dan asam 6-octadecenoic acid, terhadap aktifitasnya terhadap 6LU7. Kami menemukan bahwa dua senyawa dari enam senyawa dalam sekam padi asap cair yang ditentukan sebagai inhibitor aktif untuk 6LU7. Kedua komponen tersebut adalah 6-octadecenoic acid dan oleic acid, karena komponen tersebut memiliki faktor pengikat yang lebih tinggi terhadap 6LU. Dengan penemuan ini, sebetulnya membuka peluang untuk melakukan uji lebih lanjut, bagaimana kestabilan kedua senyawa ini, uji toksisitas serta farmacodinamik dan farmakokinetik, sehingga selanjutkan dapat dikembangkan lebih lanjut. Meskipun memiliki kemapuan mengikat 6LU, Tetapi tidak ada uji klinis yang membuktikan hal ini. Sehingga perlu penelitian lebih jauh.
Penulis: Ira Arundina
Tulisan lengkap kami dapat dilihat: sArundina., N.Frimayanti., M.D.C. Surboyo., T.I. Budhy., B.Iskandar., A.Pradana., T.Rahmaputry. In Silico Study of Liquid Smoke Rice Husk against COVID-19. 2022. European Journal of Dentistry. https://www.thieme-connect.de/products/ejournals/abstract/10.1055/s-0042-1750776





