Pada bulan Juni hingga September 2021 yang lalu Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Peningkatan literasi masyarakat melalui perpustakaan desa berbasis inklusi sosial”. Sasaran program ini adalah 27 perpustakaan desa percontohan di Kabupaten Gresik.
Menurut ketua Pengabdian kepada Masyarakat (Ragil Tri Atmi, S.IIP., M.A.) kegiatan ini dilakukan untuk penguatan literasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan perpustakaan desa sebagai sarana kegiatan dan belajar. Program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat desa untuk mendapatkan informasi maupun pengetahuan melalui bacaan-bacaan buku yang disediakan oleh perpustakaan serta menstimulusi keterlibatan masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan. Hal ini sejalan dengan program perpustakaan berbasis inklusi sosial dimana perpustakaan desa harus mengembangkan layanannya agar relevan dengan kebutuhan sosial semua lapisan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan sosial ekonomi individu (Komariah et al., 2021).
Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) untuk melihat dan memahami gejala sosial terkait pengembangan perpustakaan desa. Metode ini dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya; 1). Melakukam persiapan pemetaan dan identifikasi masalah serta administrasi; 2). Pelaksanaan program dengan du acara yaitu sosialisasi dan pelatihan; 3). Focus Group Discussion (FGD) sesuai dengan hasil analisis masalah yang dilakukan bersama para subyek dampingan; 4). Monitoring; 5). Evaluasi Program.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebanyak dua topik. Topik pertama terkait “peningkatan literasi masyarakat pada perpustakaan berbasis inklusi sosial” yang disampaikan oleh Dr. Tri Susantari, Dra., M.Si. Dalam paparannya dijelaskan bagaimana konsep inklusi sosial ketika diterapkan pada perpustakaan desa. Kemudian materi kedua adalah “pengembangan layanan perpustakaan” yang disampaikan oleh Endang Gunarti, Dra., M.I.Kom. Materi ini disampaikan sebagai bekal ketika pelatihan teknis dalam pengembangan layanan perpustakaan.
Pelatihan teknis dilakukan dengan beberapa praktik seperti bagaimana bagaimana analisis subyek koleksi, klasifikasi bahan Pustaka, katalogisasi dan pelayanan prima untuk pemustaka. Semua peserta antusias dalam mengikuti program ini dan dapat menerima materi dengan baik. Diharapkan melalui program ini perpustakaan desa bisa lebih berdaya dan menerapkan layanan yang menunjang konsep inklusi sosial yaitu layanan yang berorientasi kepada pengguna dan tidak menimbulkan esklusivitas.
Penulis: Tim Pengmas Departemen Informasi dan Perpustakaan, FISIP
Link Jurnal: http://riset.unisma.ac.id/index.php/jipemas/article/view/15559





