Universitas Airlangga Official Website

PKRS : Diet Nutrisi Penyembuhan Luka Post Operasi

NERS NEWS – Gabungan Mahasiswa (Angkatan A20 dan A21) Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sukses mengedukasi keluarga pasien terkait diet nutrisi penyembuhan luka post operasi sebagai solusi efektif untuk mendukung diet nutrisi pada pasien post operasi, pada Kamis (20-03-2025) di Ruang Poli Bedah A Lantai 3 RSUA.

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan bagian dari tugas mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi keperawatan. Pelaksanaan kegiatan PKRS, dihadiri oleh pasien dan keluarga pasien, serta mahasiswa Profesi Ners Kelompok 3 Poli Bedah A dengan dosen pengampu Bapak Rifky Octavia Pradipta, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai pembimbing akademik, dan Masfin Muhayyanah, S. Kep., Ns. sebagai pembimbing klinik.

Penyuluhan diet nutrisi bagi pasien post operasi disampaikan dengan baik oleh pemateri. Pemateri menjelaskan materi secara sistematis, dimulai dari pentingnya nutrisi dalam pemulihan, jenis makanan yang dianjurkan, hingga cara mengolah makanan agar lebih mudah dicerna. Pemateri menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh pasien serta memberikan contoh konkret. Selain itu, pemateri juga aktif berinteraksi dengan peserta, mengajukan pertanyaan, dan memberikan kesempatan untuk berdiskusi. Penyampaian materi yang komunikatif ini membuat pasien lebih memahami pentingnya diet yang tepat dalam mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.

Diet nutrisi yang tepat sangat penting bagi pasien post operasi untuk mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah komplikasi. Asupan protein yang cukup membantu dalam perbaikan jaringan, sementara vitamin dan mineral seperti vitamin C dan zat besi berperan dalam mempercepat pemulihan luka. Selain itu, konsumsi serat yang cukup dapat mencegah sembelit akibat efek samping obat atau kurangnya aktivitas fisik. Pasien juga perlu menjaga hidrasi agar metabolisme tetap optimal. Dengan pola makan yang seimbang dan sesuai kebutuhan, pasien dapat pulih lebih cepat serta mengurangi risiko infeksi atau komplikasi pasca operasi.

Selama penyuluhan diet nutrisi bagi pasien post operasi, keluarga pasien maupun pasien menunjukkan partisipasi aktif dengan banyak mengajukan pertanyaan. Mereka tampak antusias dalam memahami materi, terutama terkait jenis makanan yang dianjurkan, porsi yang tepat, serta cara mengolah makanan agar sesuai dengan kebutuhan pasien. Pertanyaan yang diajukan beragam, mulai dari alternatif makanan bagi pasien dengan kondisi tertentu hingga tips dalam menyiapkan menu sehari-hari. Pemateri dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan memberikan contoh yang jelas. Interaksi yang baik antara pemateri dan keluarga pasien menciptakan suasana penyuluhan yang komunikatif, sehingga pemahaman mereka terhadap materi semakin meningkat.

 

Penulis : Kelompok 3 Poli Bedah A
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)