Universitas Airlangga Official Website

Pemulihan ekonomi pasca letusan: Memperkuat penghidupan di Lumajang Indonesia setelah Erupsi Gunung Semeru

Ilustrasi oleh Liputan6.com

Indonesia merupakan negara dengan paparan bencana alam yang tinggi karena posisinya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi geologis ini sering menyebabkan gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami (BNPB, 2021). Pada tahun 2021 saja, bencana alam telah mengakibatkan 709 kematian, 73 orang hilang, dan 583.840 orang mengungsi (BNPB, 2021). Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meletus pada Desember 2021, menyusul letusan besar pada tahun 2020. Awan panas mencapai ketinggian 11 km, berdampak parah pada Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Menurut BPBD Lumajang, letusan tahun 2021 tersebut menyebabkan 61 korban jiwa dan memaksa 4.423 orang mengungsi. Lebih dari 1.100 rumah, sekolah, pusat kesehatan, dan jalan telah rusak (Lumajang, 2022). Sebagai tanggapan, pemerintah daerah dan nasional merelokasi masyarakat yang terdampak ke Bumi Semeru Damai (BSD), sebuah kawasan pemukiman kembali di Desa Sumbermujur. Warga kehilangan mata pencaharian utama mereka akibat penambangan pasir di Supiturang dan pertanian/peternakan di Sumberwulu dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa infrastruktur ekonomi langsung. Artikel ini menyajikan inisiatif pemulihan terstruktur yang dirancang oleh Universitas Airlangga bekerja sama dengan BNPB, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung revitalisasi ekonomi berbasis masyarakat melalui pembentukan dan pemberdayaan kelompok ternak. Bencana alam di Indonesia mengakibatkan kerugian materi dan nonmateri yang signifikan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana pada tahun 2021 telah menyebabkan 709 kematian, 73 orang hilang, dan 583.840 orang mengungsi. Upaya pemulihan pascabencana, termasuk bantuan ekonomi, sangat penting untuk memulihkan mata pencaharian masyarakat. Pelaksanaan bantuan ekonomi pascaerupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang meliputi beberapa tahapan: persiapan, sosialisasi dan survei lokasi, pembentukan kelompok, bimbingan teknis, pemberian bantuan stimulan, perencanaan strategi keluar, serta pemantauan dan evaluasi. Hasilnya, dua kelompok ternak dibentuk di kawasan hunian tetap Bumi Semeru Damai, masing-masing beranggotakan 10 orang dan disahkan secara hukum melalui surat keputusan desa. Kelompok-kelompok ini berhasil menjalankan pengelolaan ternak sehari-hari, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, meningkatkan akses pasar, dan meningkatkan pemahaman tentang pemasaran produk ternak. Inisiatif ini mendorong keberlanjutan dan kemandirian, dengan kelompok-kelompok tersebut berkembang menjadi sentra peternakan terkemuka yang khusus menangani kambing di Kabupaten Lumajang. Faktor-faktor penting yang mendukung keberlanjutan antara lain ketersediaan pakan ternak yang mencukupi kebutuhan nutrisi. Program bantuan ekonomi ini berperan penting dalam merevitalisasi perekonomian lokal dengan memanfaatkan komoditas lokal, membentuk kelembagaan ekonomi berbasis masyarakat, dan memperkuat kapasitas lokal melalui pendekatan pengurangan risiko bencana.

Penulis: Dr. Hariyono, M.Kep

Dosen Sekolah Pascasarjana Unair

Artikel lengkap dapat di akses di https://journal.privietlab.org/index.php/CCDJ/article/view/351