Tas punggung merupakan barang yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak sekolah. Setiap hari, anak-anak membawa buku, alat tulis, bekal, dan perlengkapan lainnya dengan tas ke sekolah. Tanpa disadari kebiasaan ini, ternyata memiliki dampak kesehatan yang selama ini dianggap sepele, yaitu nyeri bahu akibat beban tas yang terlalu berat.
Sebuah penelitian pada 66 siswa laki-laki usia 7–10 tahun di SDI Maryam Surabaya menunjukkan bahwa berat tas, lama membawa tas, kekuatan otot bahu, dan usia sangat berhubungan dengan munculnya nyeri bahu pada anak sekolah. Rata-rata berat tas siswa mencapai 11,84% dari berat badan, melebihi rekomendasi The American Occupational Therapy Association (AOTA) yang menyarankan beban tas tidak lebih dari 10% berat badan anak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin berat tas yang dibawa, semakin tinggi risiko nyeri bahu, terutama pada bahu kanan. Beban berlebih meningkatkan tekanan pada otot bahu dan leher sehingga memicu kelelahan otot serta rasa nyeri. Selain itu, durasi membawa tas juga berpengaruh signifikan. Anak yang membawa tas dengan durasi lebih lama cenderung mengalami keluhan nyeri lebih tinggi akibat tekanan statis yang berlangsung terus-menerus pada otot bahu.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan otot bahu memiliki peran penting dalam mengurangi risiko nyeri. Anak dengan kekuatan otot bahu yang lebih baik cenderung mengalami nyeri lebih ringan dibandingkan anak dengan otot yang lemah. Otot bahu yang kuat membantu menopang beban tas dan menjaga postur tubuh tetap stabil saat berjalan. Sebaliknya, kelemahan otot meningkatkan tekanan pada sendi dan jaringan lunak sehingga nyeri lebih mudah muncul.
Usia juga memengaruhi keluhan nyeri bahu. Anak yang lebih muda lebih sering mengalami nyeri dibandingkan anak yang lebih tua. Hal ini diduga karena perkembangan otot dan kemampuan adaptasi tubuh pada anak usia kecil belum optimal sehingga lebih rentan terhadap tekanan mekanis akibat tas sekolah.
Menariknya, fleksibilitas bahu dan kadar laktat darah tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan nyeri bahu. Temuan ini menunjukkan bahwa nyeri akibat tas sekolah lebih dipengaruhi oleh faktor biomekanik seperti beban dan kekuatan otot dibandingkan faktor metabolik.
Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan berat tas sekolah pada anak. Orang tua dan guru disarankan memastikan berat tas tidak melebihi 10% berat badan anak, serta mendorong aktivitas fisik dan latihan penguatan otot bahu untuk mencegah gangguan muskuloskeletal sejak dini.
Penulis: Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://ptji.org/index.php/ptji/article/view/345/398
Harzat, Gadis Meinar Sari, Mohammad Fathul Qorib, Eka Arum Cahyaning Putri. (2026). The relationship between backpack load, shoulder muscle strength, and shoulder pain in elementary school students. Physical Therapy Journal of Indonesia, 7, 103-108. https://doi.org/10.51559/ptji.v7i1.345





