Kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Di tengah tantangan tersebut, para peneliti dan pelaku industri peternakan terus mencari cara untuk meningkatkan produksi daging ayam, tanpa mengorbankan kualitasnya. Salah satu solusi datang dari ayam lokal unggulan Indonesia, yaitu ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Ayam ini semakin diminati karena memiliki pertumbuhan yang baik, efisiensi pakan yang tinggi, serta kualitas daging yang lebih unggul dibandingkan ayam kampung biasa. Tak hanya itu, ayam KUB juga dikenal lebih tahan terhadap kondisi lingkungan dan relatif lebih kuat terhadap serangan penyakit. Keunggulan inilah yang membuat ayam KUB berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak, terutama di pedesaan.
Untuk semakin meningkatkan performanya, para peneliti memanfaatkan teknologi pakan modern melalui penambahan multienzim, seperti fitase dan protease. Kedua enzim ini membantu ayam mencerna pakan dengan lebih optimal, sehingga nutrisi seperti protein dan fosfor dapat diserap lebih maksimal. Pencernaan yang lebih efisien, ayam dapat tumbuh lebih cepat, penggunaan pakan menjadi lebih hemat, dan kualitas daging pun meningkat. Hal ini tentu menjadi keuntungan besar bagi peternak karena dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen. Selain dari sisi pakan, peningkatan kualitas ayam KUB juga didukung oleh kemajuan teknologi genetika. Melalui teknik seleksi berbasis penanda genetik, para ilmuwan dapat mengidentifikasi gen-gen yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kualitas daging ayam. Beberapa gen diketahui berperan dalam pembentukan otot dan perkembangan tubuh ayam, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan. Dengan teknologi ini, proses pemuliaan ayam unggul bisa dilakukan lebih cepat dan lebih akurat.
Ke depan, penelitian juga mulai memanfaatkan teknologi yang lebih canggih, seperti analisis gen dan molekul kecil (miRNA), untuk menemukan faktor-faktor baru yang dapat meningkatkan produktivitas ayam. Melalui kombinasi inovasi di bidang nutrisi dan genetika, ayam KUB diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para peternak. Meski menawarkan banyak keunggulan, penerapan teknologi pakan dan genetika ini tetap memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Peternak perlu mendapatkan akses terhadap pakan berkualitas, suplemen enzim yang terjangkau, serta pendampingan teknis agar penggunaannya tepat dan efisien. Selain itu, peran pemerintah dan lembaga penelitian juga penting dalam menyediakan bibit ayam KUB unggul serta memperluas penyebaran inovasi hingga ke tingkat peternak kecil. Dengan sinergi antara teknologi, kebijakan, dan praktik lapangan, pengembangan ayam KUB diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Tidak hanya meningkatkan produksi daging ayam, tetapi juga menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi semua pihak dari peternak hingga konsumen.
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Anam Al Arif, drh., M.P
Nama jurnal: Veterinary Medicine International
Link jurnal: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/vmi/2822518





