UNAIR NEWS – Dalam upaya menjembatani dunia akademik dengan praktik nyata di ekosistem industri, Aleron Maulana Firjatullah dan Reynaldi Susilo Waskito, mahasiswa Program Studi D4 Teknik Informatika, Fakultas Vokasi, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Penyetaraan Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program magang melalui skema Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA). Kegiatan magang mandiri ini berlangsung di PT Multifabrindo Gemilang MEDCO, perusahaan fabrikasi industri dan konstruksi yang tergabung dalam ekosistem MEDCO Group, selama periode 5 Januari hingga 2 Februari 2026.
Melalui program ini, mahasiswa mengemban peran sebagai UI/UX Designer dan Mobile Developer Intern dalam merancang ulang dan membangun aplikasi mobile perusahaan dari nol. Keterlibatan ini tidak hanya menjadi sarana validasi keilmuan rekayasa perangkat lunak, tetapi juga memberikan kontribusi teknis yang nyata terhadap kebutuhan digitalisasi sistem informasi karyawan di lingkungan industri manufaktur berskala nasional.
Transformasi Aplikasi: Dari WebView Menuju Native Flutter
Sebelum program magang ini berlangsung, PT Multifabrindo Gemilang MEDCO telah memiliki aplikasi internal bernama Smile Multifab Mobile V1 yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Kotlin berbasis WebView. Aplikasi tersebut memiliki sejumlah keterbatasan kritis: hanya dapat berjalan di platform Android, performa antarmuka yang kurang optimal, serta tidak mendukung operasi secara offline, padahal sebagian besar karyawan bertugas di area fabrikasi dan konstruksi dengan akses internet yang terbatas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memegang kendali atas siklus pengembangan secara menyeluruh, mulai dari perancangan antarmuka pengguna menggunakan Figma dengan pendekatan design thinking, hingga implementasi kode menggunakan framework Flutter, teknologi pengembangan aplikasi cross-platform dari Google yang memungkinkan satu basis kode berjalan di Android maupun iOS sekaligus. Produk yang dihasilkan adalah Smile Multifab Mobile V2, sebuah transformasi menyeluruh yang mencakup lima halaman utama: Login, Home Page, Attendance, Scan, dan Profile.
Pendekatan Design Thinking untuk Pengguna Lapangan
Sebelum menyentuh kode, tim terlebih dahulu menjalankan proses design thinking, yakni pendekatan perancangan yang berpusat pada pengguna (human-centered design). Melalui tahap empati dan analisis pengguna, ditemukan bahwa mayoritas pengguna aplikasi adalah karyawan yang bekerja di area fabrikasi dan konstruksi dalam kondisi lapangan yang dinamis.
Temuan ini melahirkan tiga prinsip desain utama yang menjadi fondasi seluruh rancangan: minimalis (tampilan bersih tanpa beban informasi berlebih), informatif (setiap elemen memiliki nilai informasi yang jelas dan relevan), serta aksesibel (ukuran teks dan tombol yang relatif besar agar mudah dibaca dan dioperasikan, bahkan dalam kondisi pencahayaan lapangan yang bervariasi). Prinsip-prinsip ini kemudian diwujudkan dalam bentuk wireframe dan mockup interaktif di Figma, selaras dengan panduan Google Material Design 3.
“Proses design thinking mengajarkan saya bahwa memahami pengguna secara mendalam jauh lebih penting dari sekadar menghasilkan tampilan yang indah. Desain yang baik harus benar-benar menjawab kebutuhan nyata orang yang menggunakannya,” ujar salah satu mahasiswa Universitas Airlangga pelaksana program.
Inovasi Fitur Absensi Offline Berbasis GPS
Inovasi paling menonjol dari Smile Multifab Mobile V2 adalah fitur absensi berbasis GPS dengan mekanisme offline. Karyawan dapat melakukan check-in dan check-out melalui tombol Record Time pada halaman Attendance, meskipun berada di area tanpa koneksi internet sekalipun. Saat tombol ditekan, sistem secara otomatis merekam timestamp beserta koordinat GPS ke dalam Hive database, basis data lokal berkecepatan tinggi yang tersimpan langsung di perangkat pengguna. Ketika koneksi internet kembali tersedia, seluruh data absensi yang terkumpul akan otomatis tersinkronisasi ke server perusahaan.
Halaman Attendance juga dilengkapi tampilan peta interaktif yang memperlihatkan posisi karyawan secara real-time, sehingga manajemen dapat memverifikasi kehadiran secara akurat, termasuk bagi karyawan yang bertugas di lokasi terpencil. Selain absensi, aplikasi ini memiliki fitur Scan untuk memantau progres pengerjaan project secara langsung, serta halaman Profile yang dilengkapi QR Code sebagai identifikasi karyawan dalam sistem pencatatan partisipasi project.
Tantangan Teknis dan Kolaborasi Tim
Proses pengembangan tidak lepas dari tantangan. Migrasi menyeluruh dari arsitektur WebView ke Flutter berarti tidak ada satu baris kode pun dari versi lama yang dapat digunakan kembali, sehingga seluruh antarmuka dan logika bisnis harus dibangun dari awal. Tantangan lain muncul dari pengembangan paralel oleh dua developer pada branch yang berbeda, yang menghasilkan merge conflict dan membutuhkan penyelesaian yang cermat agar tidak merusak kode yang sudah berfungsi.
Seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi melalui perencanaan arsitektur yang matang, pembagian tanggung jawab fitur yang jelas, serta komunikasi aktif antar-pengembang. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya keterampilan teknis pengembangan (hard skills), namun juga mengasah kemampuan kolaborasi tim, manajemen version control dengan Git, serta pemecahan masalah (troubleshooting) dalam lingkungan produksi yang nyata.
“Pengalaman menghadapi merge conflict dan membangun ulang sistem dari nol mengajarkan saya bahwa kolaborasi yang terstruktur jauh lebih berharga dari sekadar kemampuan teknis individu,” ujar salah satu mahasiswa Universitas Airlangga pelaksana program.
Dukung SDGs 4, 8, dan 9
Kegiatan magang teknologi ini turut mendukung komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG poin ke-4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa berbasis proyek nyata di lingkungan industri, poin ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui inovasi infrastruktur digital di sektor industri manufaktur, serta poin ke-8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan talenta digital unggul yang mampu memacu produktivitas dan inovasi di sektor teknologi.
Program KKN-BBK Penyetaraan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Airlangga dalam mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya matang secara teori, melainkan sangat siap bersaing dan relevan dengan disrupsi dunia kerja di era digitalisasi industri.
Penulis: Aleron Maulana Firjatullah & Reynaldi Susilo Waskito





