Universitas Airlangga Official Website

Pola Keterkaitan Luaran yang Dilaporkan Pasien Selama Farmakoterapi Kanker Payudara: Analisis Berbasis Korelasi Menggunakan EORTC QLQ-C30 dan QLQ-BR23

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kualitas hidup pasien kanker payudara selama menjalani terapi tidak ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan oleh hubungan yang erat antara kondisi fisik, gejala penyakit, keadaan emosional, dan fungsi sosial. Pada 106 pasien kanker payudara yang dinilai sebelum dan setelah satu siklus terapi, ditemukan bahwa perubahan pada berbagai aspek kualitas hidup cenderung terjadi secara bersamaan dan saling memengaruhi. Peningkatan kemampuan fisik umumnya diikuti oleh perbaikan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, kondisi emosional yang lebih baik, serta interaksi sosial yang lebih optimal. Sebaliknya, munculnya gejala seperti kelelahan, nyeri, gangguan tidur, mual, dan hilangnya nafsu makan sering kali terjadi secara berkelompok dan berhubungan dengan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Kelelahan menjadi salah satu keluhan yang paling berpengaruh karena berkaitan dengan menurunnya fungsi fisik, berkurangnya kemampuan beraktivitas, meningkatnya nyeri, gangguan tidur, serta persepsi kesehatan yang lebih buruk. Nyeri juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan berbagai aspek lain, termasuk penurunan fungsi fisik, emosional, dan sosial, serta peningkatan keluhan lain yang menyertai. Sebelum memulai terapi, sebagian besar pasien masih memiliki fungsi fisik, kognitif, dan sosial yang relatif baik, namun banyak yang telah mengalami nyeri, kelelahan, dan gangguan tidur dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Selain itu, pandangan yang lebih positif terhadap masa depan berkaitan dengan kondisi emosional yang lebih baik, citra tubuh yang lebih positif, dan kualitas hidup yang lebih tinggi secara keseluruhan. Sebaliknya, meningkatnya beban gejala sering diikuti oleh penurunan harapan dan kesejahteraan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup pasien kanker payudara selama pengobatan merupakan suatu jaringan yang saling terhubung, sehingga perubahan pada satu aspek kesehatan dapat memicu perubahan pada berbagai aspek lainnya. Oleh karena itu, keberhasilan terapi tidak hanya tercermin dari respons tumor terhadap pengobatan, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan fungsi sehari-hari, mengurangi beban gejala, serta menjaga kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial. Secara keseluruhan, pemantauan kualitas hidup secara rutin dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pasien dan membantu mengidentifikasi kebutuhan dukungan yang paling penting selama perjalanan terapi kanker payudara.

Penulis:

dr. Henry Sutanto
dr. Merlyna Savitri, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
Prof. Dr. Ami Ashariati, dr., Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Een Hendarsih, Sp.PD, K-HOM, FINASIM

Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://waocp.com/journal/index.php/apjcb/article/view/2556

Interdependent Patient-Reported Outcome Patterns During Breast Cancer Pharmacotherapy: A Correlation-Based Analysis Using EORTC QLQ-C30 and QLQ-BR23

Henry Sutanto, Merlyna Savitri, Ami Ashariati & Een Hendarsih