Membiasakan anak mengelola keuangan sejak dini adalah langkah penting di tengah tingginya gaya hidup konsumtif masyarakat. Literasi finansial yang baik akan membantu generasi muda merencanakan masa depan mereka secara lebih terarah. Hal ini sangat sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yang berfokus pada pemerataan pendidikan bermutu dan inklusif.
Merespons kebutuhan tersebut, mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program Deputra 9.0, mereka melaksanakan kegiatan edukatif bernama TABUNGKU (Tabungan Uang Saku) di balai RW 6, Kampung Kupang Gunung Timur, Surabaya. Program ini tidak hanya mengajarkan cara menabung, tetapi juga melatih kepedulian anak-anak terhadap pengelolaan sampah.
Memberdayakan Sampah Jadi Sesuatu yang Lebih Bermanfaat
Ide awal kegiatan ini bermula dari keprihatinan panitia Deputra 9.0 melihat kondisi lingkungan di sekitar kampung. Mereka banyak menemukan sampah plastik sekali pakai yang langsung dibuang begitu saja oleh warga. Panitia akhirnya memutar otak untuk menyulap limbah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai guna bagi anak-anak.
“Nah, kita pikir bagaimana cara memberdayakan sampah-sampah ini tuh jadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat gitu loh,” ungkap Zidan, selaku Koordinator Pengajar Deputra 9.0 menceritakan ide awalnya. Kegiatan ini berhasil menggabungkan pembuatan tabungan dari barang bekas sesuai prinsip daur ulang atau 3R. Langkah kreatif ini sekaligus memfasilitasi anak-anak agar semangat menyimpan uang di tempat buatan mereka sendiri.
Menjadikan Barang Baru yang Lebih Berguna
Selain melatih kreativitas, pembuatan celengan ini juga bertujuan merangsang saraf motorik anak-anak. Panitia menanamkan nilai moral bahwa barang bekas di sekitar mereka tidak selalu berujung menjadi tumpukan sampah. Melalui sentuhan kreativitas, barang-barang tersebut bisa beralih fungsi menjadi sesuatu yang bernilai.
“Itu agar bisa disulap atau dijadikan something new gitu loh, atau barang baru yang lebih berguna dan juga bermanfaat,” jelas Zidan menyampaikan harapannya. Ia sangat ingin seluruh rangkaian program TABUNGKU memberikan dampak positif jangka panjang bagi anak-anak.
Anak-anak diharapkan bisa lebih menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari limbah plastik harian. Ke depannya, kebiasaan positif ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang pintar mengatur uang tanpa melupakan kepedulian terhadap lingkungan.
Ditulis oleh: Meilin Nazalia Hariyanti




