UNAIR NEWS – Sebanyak 26 mahasiswa yang terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dan 11 mahasiswa asal Romania mengikuti rangkaian Hosting International Exchange (INTEREX) di Bangsring dan Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Sabtu (12/9). Kegiatan tersebut turut melibatkan tujuh perwakilan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR.
Pemeriksaan Kesehatan di Bangsring
Rangkaian kegiatan berawal di kawasan Bangsring melalui pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung. Peserta melihat secara langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dasar di kawasan wisata pesisir.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk mengenal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lingkungan masyarakat. Peserta juga dapat melihat aktivitas kesehatan yang berlangsung di kawasan wisata pesisir Bangsring.
Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, peserta melanjutkan rangkaian kegiatan menuju Pulau Tabuhan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari agenda pengenalan lingkungan pesisir Banyuwangi melalui aktivitas luar ruang.
Snorkeling dan Bersih Pantai Pulau Tabuhan
Di Pulau Tabuhan, peserta mengikuti snorkeling dan kegiatan bersih pantai dengan membersihkan kawasan tepi pantai. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas peserta selama berada di kawasan pesisir.
Melalui snorkeling, peserta menikmati pemandangan bawah laut Pulau Tabuhan. Sementara itu, kegiatan bersih pantai mengajak peserta berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Patricia, salah satu peserta asal Romania, mengaku terpesona dengan keindahan Pulau Tabuhan. “Ini adalah pantai terindah yang pernah saya lihat. Rasanya seperti berada di surga,” ujarnya.

Konservasi Terumbu Karang Alveopora
Usai kegiatan di Pulau Tabuhan, peserta kembali menuju Rumah Apung Bangsring untuk mengikuti konservasi terumbu karang. Peserta diperkenalkan pada proses penanaman terumbu karang jenis Alveopora.
Bagi Andrea, salah satu peserta asal Romania, kegiatan konservasi tersebut menjadi pengalaman pertamanya. “Ini pertama kalinya buat saya dan saya sangat antusias karena ini pengalaman baru. Saya ingin mencoba,” ujarnya.
Kegiatan konservasi memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal proses penanaman terumbu karang. Peserta mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari pengenalan upaya konservasi lingkungan pesisir.
Rangkaian kegiatan lapangan kemudian ditutup di Rumah Apung Bangsring setelah peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan, snorkeling dan bersih pantai di Pulau Tabuhan, serta konservasi terumbu karang.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto





