UNAIR NEWS – Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Universitas Airlangga (UNAIR) yakni Venture Studio berhasil melanjutkan pengembangan usaha menuju KMI Expo 2026. Mereka mengusung bisnis bertajuk Venture Studio Platform Agregator Kreatif Multistyle Berbasis Talenta Muda Terkurasi untuk Akselerasi Branding, Digital Presence, dan Ekonomi Kreatif Nasional serta Internasional.
Tim Venture Studio terdiri dari Usamah (FST), Ni Putu Adina Saridewi (FPsi), Adam Dani Apta Mahendra (FPK), Putu Indah Dita Padmayani (FEB), serta Ngakan Komang Nadha Santika (FV). Platform tersebut menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan talenta muda di bidang desain, fotografi, dan berbagai jasa kreatif lainnya.

Transformasi Menjadi Platform Digital
Usamah, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa pendanaan P2MW dimanfaatkan untuk pengembangan sistem usaha Venture Studio. Salah satu pengembangan yang dilakukan yakni transformasi layanan dan target pasar.
“Sebelumnya kita masih menjadi jasa agensi secara manual melalui WhatsApp. Setelah mendapat pendanaan, kita beralih ke automasi melalui website dan menjadi bisnis digital. Selain itu, kami juga menjangkau klien yang terdiri dari mahasiswa, UMKM, hingga bisnis internasional,” ungkapnya.
Layanan yang Venture Studio tawarkan meliputi pembuatan logo, brand identity, deck presentasi, dan kebutuhan kreatif lainnya. Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan bisnis, platform tersebut berhasil menggandeng 12 talenta muda serta meraih omzet sekitar 14 juta dalam kurun waktu 2 bulan.
Perluas Kolaborasi dan Dampak Sosial
Sejauh ini, Venture Studio telah berkolaborasi dengan sejumlah komunitas dan organisasi mahasiswa. Salah satunya yakni penyediaan layanan desain dan deck bagi tim GeneraZ Berbakti BCA yang berhasil meraih juara. Tak hanya kolaborasi, tim juga mempertahankan misi sosial yakni mengalokasikan sekitar 5–10 persen pendapatan untuk charity bagi komunitas yang membutuhkan.
Melalui KMI Expo 2026, tim berharap dapat memperluas jaringan dengan klien, kolaborator, maupun investor baru. Ke depannya, Venture Studio menargetkan perluasan pasar hingga tingkat internasional sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak talenta kreatif untuk bergabung.
“Kami ingin menjadi salah satu platform global dan menjadi opsi pertama ketika klien membutuhkan jasa kreatif, sekaligus membuka lapangan kerja bagi talenta muda kreatif dan tetap mempertahankan social impact,” pungkasnya.
Penulis: Maulya Afifah Zahra
Editor: Ragil Kukuh Imanto





