Universitas Airlangga Official Website

Inovasi Teh Herbal Modern Antarkan Mahasiswa UNAIR Juara Lomba Business Plan

Gina beserta tim suskes menjadi juara dua lomba business plan World Economics Challenge and Competition (WECC) Indonesia Young Scientist Association (IYSA) (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa lintas fakultas Universitas Airlangga (UNAIR) sukses meraih juara dua lomba business plan World Economics Challenge and Competition (WECC) yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) yang diselenggarakan secara hybrid. Mereka mengusung produk teh herbal dengan corak modern, Rasae. 

Mahasiswa tersebut adalah dari Chessa Agni Maheswari dan Catharine Geraldy Cokro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Metania Florensia Kesuma dari Fakultas Teknologi Maju Multidisiplin (FTMM), Nayla Quaneshia Suandy dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Gina Aqila Rivera dan Sabiila Nuura Mahabba dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). 

Gina mewakili timnya menyampaikan bahwa ide bisnis tersebut berangkat dari keresahan terhadap kondisi masyarakat perkotaan. Menurutnya, generasi muda saat ini cenderung terjebak dalam gaya hidup kurang sehat. Kesibukan yang padat juga turut meningkatkan risiko terhadap kesehatan. 

“Generasi muda apalagi yang hidup di kota yang kecanduan bekerja. Di mana orang-orang benar-benar dari jam 7 pagi ke jam 7,  malam bekerja tanpa istirahat gitu,” ujarnya.

Selain melihat budaya kerja berlebihan di masyarakat, Gina dan timnya juga menyoroti pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, terutama di kalangan generasi muda. “Di saat yang sama, kita juga melihat berbagai hal yang minuman dan makanan yang viral dan juga dikonsumsi sama masyarakat kita. Seharusnya kita membutuhkan makanan dan minuman yang sehat, tapi justru lebih suka mengkonsumsi makanan yang cepat saji,” sambungnya.

Berangkat dari keresahan tersebut, Gina dan timnya mengusung inovasi teh herbal berbasis rempah-rempah dengan sentuhan modern bernama Rasae. Mereka melihat teh herbal sebagai minuman tradisional yang kaya manfaat, tetapi masih memiliki citra kuno dan relatif mahal.

“Ada dua inspirasi utama, yaitu teh artisan yang mahal dan kondisi kesehatan anak muda yang kurang baik. Kami ingin mengubah pandangan teh herbal yang kuno dengan menghadirkan minuman herbal khas Indonesia yang terjangkau dan berkualitas. Karena itu, Rasae hadir,” ungkap Gina.

Rasae kemudian dikembangkan sebagai herbal tradisional yang ditujukan untuk bagi generasi muda. Produk tersebut menawarkan minuman herbal dengan harga lebih terjangkau sekaligus mempertahankan manfaat dan kualitas bahan tradisional Indonesia.

“Kita berusaha bagaimana kita bisa mengemas minuman yang bermanfaat. Seperti herbal tradisional yang bisa menyentuh kalangan muda yang sebenarnya sangat membutuhkan itu. Karena generasi muda sekarang menganggap minuman herbal sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman,” imbuhnya.

Inovasi Rasae berhasil membawa Gina dan timnya sukses meraih juara dua dalam kompetisi tersebut. Hal ini menunjukan kolaborasi lintas jurusan, permasalahan di masyarakat, dan nilai kearifan lokal dapat berkembang menjadi sebuah gagasan.

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati