UNAIR NEWS – Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara 1 nasional kategori Artikel Ilmiah dalam PSYCHONATION 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang pada Jumat (18/9/2026). Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin dan Keysa Azka Najha meraih juara tersebut melalui artikel yang membahas pemetaan riset pendidikan Artificial Intelligence (AI) dan kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. .
Berawal dari Webinar Metode Penelitian
Keikutsertaan Irsyad dan Kesya dalam PSYCHONATION 2026 bermula dari webinar yang mereka ikuti untuk mempelajari metode SLR. Dalam webinar tersebut, keduanya mempelajari proses penyusunan artikel ilmiah menggunakan metode yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis penelitian terdahulu.
“Awalnya kami ikut semacam webinar dan membahas metode Systematic Literature Review (SLR). Salah satu output dari webinar itu adalah artikel jurnal atau artikel ilmiah,” ujar Irsyad.
Setelah menyelesaikan artikel, keduanya menemukan bahwa topik yang mereka angkat memiliki kesesuaian dengan tema PSYCHONATION 2026. Mereka kemudian memanfaatkan artikel tersebut sebagai karya lomba dengan menyesuaikan format dan template yang telah panitia tentukan.
Penggunaan SLR juga membuat keduanya dapat mengangkat topik AI meskipun mereka berasal dari Departemen Ilmu Sejarah. Menurut Irsyad, metode tersebut tidak terbatas pada satu bidang keilmuan karena menggunakan berbagai sumber penelitian sekunder sebagai basis analisis.
Gunakan SLR untuk Petakan Riset AI
Meski berasal dari Ilmu Sejarah, tim mengangkat isu yang berkaitan dengan AI melalui pendekatan lintas disiplin. Metode SLR memungkinkan mereka menelaah berbagai penelitian terdahulu secara sistematis untuk memetakan perkembangan riset pendidikan AI, khususnya yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka.
Dalam prosesnya, Irsyad dan Kesya menggunakan protokol Prisma 2020 dengan menyeleksi sekitar 400 artikel jurnal berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga memperoleh sekitar 40 artikel untuk dianalisis. Kesya berfokus pada pengumpulan data, sedangkan Irsyad menangani proses screening.
“Awal-awal itu beneran kayak bingung banget, apalagi ini kan cukup gak wajar di keilmuan sejarah. Untungnya karena sudah banyak riset yang memakai metode slr jadi kami kadang mengacu ke jurnal yang sudah terbit maupun dari diskusi di webinar tersebut,” tutur Irsyad.
Kemenangan tersebut menjadi pengalaman pertama tim menggunakan metode SLR dengan protokol Prisma 2020. Mereka berharap pemetaan yang dihasilkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi penelitian selanjutnya, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani melakukan riset lintas disiplin.
Penulis: Katara Joy Kurniawan
Editor: Ragil Kukuh Imanto





