UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) terus mendampingi kader SMART Posyandu di Distrik Prafi melalui program Kader Posyandu Berdaya: Peningkatan Ekonomi Keluarga Kader. Kali ini, TEP UNAIR mengajak siswa SMK Negeri 4 Kabupaten Manokwari mengenal digital marketing untuk membantu kader memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.
Sebanyak 40 siswa mengikuti pelatihan digital marketing dan media sosial di aula SMK Negeri 4 Kabupaten Manokwari, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut mengasah keterampilan digital siswa untuk kebutuhan nyata usaha keluarga kader SMART Posyandu Prafi.
Mengenal Produk Sebelum Membuat Konten
Ketua Tim, Dr Muthmainnah SKM MKes, mengajak siswa memahami bahwa pemasaran digital tidak berhenti pada mengunggah foto atau video. Sebelum membuat konten, siswa perlu mengenali produk, memahami informasi yang tersedia, lalu menyampaikannya secara jelas kepada calon pembeli.
Salah satu latihan dalam pelatihan mengarahkan siswa membuat video produk berdurasi satu hingga tiga menit. Konten perlu memuat kelompok pembuat, komposisi, informasi alergen, cara penyajian dan penyimpanan, serta kontak pemesanan. Siswa juga perlu memastikan informasi gizi, masa simpan, dan legalitas sesuai dengan data serta dokumen yang tersedia.
“Konten yang menarik membuat orang berhenti melihat. Namun, kepercayaan pembeli tumbuh ketika informasi produk disampaikan dengan jujur dan mudah dipahami. Siswa dapat membantu kader mengubah cerita tentang produk lokal menjadi pesan yang dekat dengan calon pembeli,” ujarnya.
Dari Keterampilan Digital ke Mitra Kader
Pelatihan tersebut membuka ruang bagi siswa untuk menerapkan keterampilan digital pada kebutuhan masyarakat di sekitar mereka. Setelah pelatihan, siswa akan mendampingi kader mendata informasi produk, mengambil foto dan video, menyusun materi promosi, serta mengelola konten media sosial dan kanal pemesanan.
Bagi siswa, pengalaman ini memperluas pemahaman bahwa pemasaran digital membutuhkan ketelitian. Mereka perlu bertanya kepada kader tentang bahan, informasi produk, hingga dokumen pendukung sebelum menyusun konten.
“Kerja sama ini juga mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Siswa memperoleh pengalaman mengerjakan kebutuhan promosi secara langsung, sementara kader mendapat mitra untuk mengembangkan cara mengenalkan produk kepada calon pembeli,” tutur Muthmainnah.
Tim dan siswa akan meninjau konten bersama kader sebelum publikasi. Langkah tersebut membantu memastikan informasi bahan, label, dan legalitas tetap akurat. Melalui kolaborasi ini, keterampilan digital siswa dapat tumbuh sekaligus mendukung produk keluarga kader SMART Posyandu Prafi menjangkau lebih banyak pembeli.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Khefti Al Mawalia
