SDGS Connect 2026 Wujudkan Kesejahteraan Global dari Kampus

80 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Hari ini perguruan tinggi tidak sekadar menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem yang bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan komunitas. Hal tersebut menjadi urgensi nyata yang mengemuka dalam konferensi internasional SDGs Connect: AUN-HPN, 11th IAC Meeting & 5th Health Promotion International Conference 2026. Kegiatan yang menjadi wadah dalam memperkuat kolaborasi lintas negara Asia itu, berlangsung pada Rabu (14/10/2026) di Gedung Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR.

Jajaran mitra Universitas Airlangga (UNAIR), yakni ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN) dan Universitas Mahidol, berkesempatan menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut. Delegasi ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN) diwakili oleh Prof Dr Thanapan Laiprakobsup selaku Direktur Eksekutif AUN-HPN. Sementara itu, Rektor Universitas Mahidol, Prof Piyamitr Sritara MD FRCP mewakili penyampaian prakata secara daring dari Universitas Mahidol.

Rektor Universitas Mahidol, Prof Piyamitr Sritara MD FRCP menyampaikan sambutannya tentang strategi promosi kesehatan universitas berbasis pendekatan one health. Yakni pendekatan yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kesatuan. Menurutnya, universitas berperan aktif untuk mengintegrasikan pendekatan one health ke dalam kurikulum, riset, inovasi, dan tata kelola institusi.

“Bersama-sama, kita memiliki kesempatan untuk mengubah kampus kita menjadi laboratorium promosi kesehatan yang hidup sekaligus katalisator untuk perubahan positif di seluruh kawasan Asia dan sekitarnya,” ungkapnya.  

Ia turut menekankan bahwa laboratorium hidup tidak hanya bermanfaat untuk lingkup internal universitas, melainkan juga sampai ke lingkup regional Asia dan global. Oleh karenanya, kemitraan yang kuat dan komitmen bersama menjadi elemen krusial guna mewujudkan universitas yang lebih sehat di masa depan.

Sejalan dengan Rektor Universitas Mahidol, Prof Dr Thanapan Laiprakobsup selaku Direktur Eksekutif AUN-HPN mengemukakan bahwa kerangka kerja dan sistem penilaian Universitas Sehat telah menjadi pedoman penting bagi institusi dalam mengukur kemajuan serta mengidentifikasi area perbaikan. Hal tersebut meruntut pada kebutuhan tiap mahasiswa dan staf yang memerlukan akses kesehatan dan kesejahteraan.

“Oleh karena itu, tanggung jawab kita meluas hingga pada kebijakan kampus, dukungan kesehatan mental, gaya hidup sehat, dan akses inklusif ke layanan,” tuturnya. 

Selain berupaya mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan dari kampus ke tingkat global, forum ini turut berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Selain itu, pertemuan, sesi konferensi, dan forum kolaborasi global memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan menjajaki kemitraan di masa depan. “Saya berharap diskusi ini nantinya dapat menghasilkan ide-ide praktis yang dapat diadaptasi universitas sesuai kebutuhan dan sumber daya mereka sendiri,” pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah P.I

Editor: Khefti Al Mawalia 

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top