UNAIR NEWS – International Financial Reporting Standards (IFRS) Foundation resmi menetapkan Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai Official Training Partner to the IFRS Foundation. Penetapan ini menjadikan CESGS training partner pertama di Indonesia yang mendukung penyelenggaraan ISSB Disclosure Training menggunakan materi yang dikembangkan oleh IFRS Foundation.
Dengan status tersebut, CESGS UNAIR berwenang menyelenggarakan ISSB Disclosure Training bagi beragam pemangku kepentingan mulai dari perusahaan, akademisi, profesional keberlanjutan, konsultan, dan auditor hingga regulator serta pihak lain yang berkepentingan dalam pengungkapan keberlanjutan. Managing Director of Sustainability Consulting and Capacity Building CESGS UNAIR, Aditya Aji Prabhawa SA MA, menilai capaian ini sebagai sinyal penting bagi posisi universitas.
“Menjadi yang pertama di Indonesia menunjukkan bahwa CESGS UNAIR mampu bergerak adaptif dan sigap dalam membaca perkembangan pasar. Baik di Indonesia maupun di tingkat internasional,” ujarnya.
Mengenal ISSB Disclosure Training
ISSB Disclosure Training merupakan program pembelajaran mengenai pengungkapan keberlanjutan bagi corporate preparers dan learners. Pelatihan menggunakan pendekatan praktis untuk membantu peserta memahami penyusunan informasi keberlanjutan yang relevan bagi investor dan pasar modal.
Materi pelatihan mengacu pada IFRS Sustainability Disclosure Standards yang dikembangkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB). Khususnya IFRS S1 (General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information) dan IFRS S2 (Climate-related Disclosures). IFRS S1 mengatur persyaratan umum pengungkapan risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi prospek perusahaan. Sementara IFRS S2 mengatur pengungkapan risiko dan peluang terkait iklim, termasuk tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Keduanya menjadi acuan penting dalam perkembangan pengungkapan keberlanjutan global, khususnya informasi yang dibutuhkan investor dalam pengambilan keputusan.
Memperkuat Kapasitas Pelaporan Keberlanjutan
Bergabungnya CESGS UNAIR sebagai Official Training Partner to the IFRS Foundation memperkuat kontribusi UNAIR dalam pengembangan pengetahuan dan kapasitas di bidang Environmental, Social, and Governance (ESG) dan laporan keberlanjutan. Perkembangan ini mendorong perusahaan untuk menyajikan informasi yang lebih relevan mengenai risiko dan peluang keberlanjutan. Informasi tersebut mencakup dampaknya terhadap strategi, model bisnis, tata kelola, serta kinerja perusahaan.
Dalam konteks tersebut, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan standar pengungkapan keberlanjutan di Indonesia. Aditya menegaskan bahwa peran CESGS UNAIR tidak berhenti pada pelatihan bagi dunia usaha. “Sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi, kami juga membagikan ilmu kepada mahasiswa melalui mata kuliah pelaporan keberlanjutan. Dengan begitu, perkembangan standar global tidak hanya dipelajari para profesional, tapi juga sampai ke ruang kelas sebagai bekal calon-calon praktisi sejak dini,” tuturnya.
Bagi UNAIR, penetapan ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan perkembangan standar internasional dengan kebutuhan dunia usaha di Indonesia.
Penulis: CESGS UNAIR
Editor: Yulia Rohmawati
