FIB UNAIR Dorong Mahasiswa Baru Kuatkan Kesehatan Finansial 

40 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan finansial. Guna mendukung hal tersebut, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Pelatihan Kesehatan Mental Mahasiswa Baru pada Sabtu (17/10/2026) di Aula Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C UNAIR.

Aries Widya Gunawan SE MM selaku pemateri menegaskan bahwa stres dan masalah kesehatan mental sering kali hadir akibat stigma negatif. Ia menekankan bahwa moralitas dan adab merupakan kunci utama untuk mengatasinya.

“Jika mematuhi moralitas, langkah kita akan terasa lebih lancar. Kita juga harus memiliki adab yang baik dan menjaga kepercayaan. Utamakan adab terlebih dahulu, baru ilmu,” ungkapnya.

Aries menjelaskan bahwa berbagai stigma kerap membuat mahasiswa takut untuk memulai bisnis. Mulai dari anggapan tidak memiliki modal besar, takut gagal atau rugi finansial, belum berpengalaman, hingga khawatir mengganggu waktu kuliah. Padahal, menurutnya, mahasiswa dapat memulai bisnis dengan menganalisis masalah sederhana di masyarakat dan menghadirkan solusinya.

“Terkadang saat lulus nanti, kalau bisa, jangan merasa bergantung untuk mencari pekerjaan. Cobalah mencari solusi untuk menciptakan lapangan kerja. Jika mampu memecahkan masalah di masyarakat, Anda adalah seorang entrepreneur, karena salah satu ciri utamanya adalah menjadi pemecah masalah,” tegasnya.

Aries menilai bahwa mahasiswa memiliki inovasi, kreativitas tinggi, dan kemauan kuat untuk bergerak. Namun, sangat disayangkan hanya sekitar lima persen dari 400 mahasiswa yang terus melanjutkan bisnis yang telah mereka bangun. Hal ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

“Mana yang lebih berbahaya? Gagal saat mencoba atau tidak pernah mencoba sama sekali? Jawabannya tentu tidak pernah mencoba. Kunci utama bisnis adalah eksekusi dan konsistensi. Jangan sampai setelah selesai mengikuti kompetisi, bisnisnya justru tidak dilanjutkan,” tegasnya

Lebih lanjut, Aries memaparkan bahwa rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini mencapai 3,8 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, baru tiga hingga empat orang yang benar-benar berbisnis. Selain itu, menurutnya, mahasiswa memiliki aset yang sangat berharga untuk memanfaatkan peluang tersebut, yakni fleksibilitas waktu.

“Peluang Anda untuk berbisnis masih sangat luas karena mayoritas masyarakat Indonesia masih cenderung ingin menjadi pegawai dibandingkan pengusaha. Aset terbesar Anda bukanlah uang tunai, melainkan kombinasi dari potensi dan sumber daya yang ada dalam diri sendiri. Hal inilah yang harus dimanfaatkan saat memulai bisnis,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top