Bukan Sekadar Mengenal Nama Penyakit, Mahasiswa Keperawatan Ajak Remaja Pahami Leukemia

41 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS — Mengenal nama penyakit belum tentu berarti memahami gejala dan penanganannya. Berangkat dari pentingnya pengetahuan kesehatan sejak usia remaja, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, mengadakan penyuluhan mengenai leukemia di SMAN 1 Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa.

Leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang. Penyakit ini dapat memengaruhi pembentukan sel darah normal sehingga penderitanya dapat mengalami berbagai keluhan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai leukemia perlu diberikan dengan informasi yang tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan pengertian leukemia, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak penyakit, serta gambaran umum penanganannya. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah keluhan yang perlu diwaspadai, seperti mudah lelah, pucat, demam berulang, mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, dan nyeri tulang atau sendi.

Mahasiswa juga menekankan bahwa gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami leukemia. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak mudah menyimpulkan kondisi kesehatan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi dan diskusi. Leaflet juga dibagikan agar peserta dapat membaca kembali informasi yang telah disampaikan. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperjelas materi yang belum dipahami.

Untuk melihat perubahan pemahaman peserta, mahasiswa menggunakan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyampaian materi. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pemahaman peserta setelah penyuluhan lebih baik dibandingkan sebelum penyuluhan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu remaja memahami informasi mengenai penyakit secara lebih terarah. Meskipun demikian, peningkatan pemahaman tidak berarti peserta dapat mendiagnosis penyakit secara mandiri. Informasi kesehatan tetap perlu digunakan secara bijak dan merujuk pada tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa keperawatan dalam menerapkan pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Selain memahami materi, mahasiswa belajar mengkomunikasikan informasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

Penulis: Leli Rohmatus Syahada

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top