Tembus Pasar Jepang, Start-up Binaan UNAIR Kantongi LoI di Trade Expo Indonesia

86 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Perusahaan rintisan (start-up) binaan Universitas Airlangga (UNAIR), Etnapraya Indonesia, berhasil menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan e-commerce asal Jepang, Fortyfive.co. Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk pemesanan 12 unit dompet kulit. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Penandatanganan LoI ini menjadi langkah awal bagi Etnapraya Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan membuka peluang kerja sama internasional. Momentum tersebut juga menunjukkan potensi besar start-up binaan UNAIR dalam memanfaatkan kesempatan promosi dan penjajakan bisnis di tingkat global.

Melalui LoI bersama Fortyfive.co, Etnapraya Indonesia memperoleh peluang untuk menjajaki kerja sama pemasaran produk berbahan dasar kulit ke pasar Jepang. Penandatanganan dokumen tersebut menjadi bagian dari proses membangun hubungan bisnis antara kedua pihak sekaligus membuka ruang untuk pengembangan pasar yang lebih luas.

Partisipasi Etnapraya Indonesia dalam program Campuspreneur pada Trade Expo Indonesia 2026 menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada calon mitra bisnis internasional. Kegiatan ini menjadi momentum bagi start-up untuk membangun jejaring, mengidentifikasi peluang pasar, dan meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Keikutsertaan UKM binaan UNAIR ajang pameran dagang internasional ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNAIR atas komitmen dan dukungannya dalam mengawal serta memfasilitasi keikutsertaan UKM binaan pada Booth Campuspreneur – Trade Expo Indonesia. Kemendag menilai UNAIR berhasil menjadi wadah inkubasi yang efektif dalam menjembatani produk lokal berdaya saing menuju pasar ekspor.

Penyerahan sertifikat penghargaan dari Kemendag kepada UNAIR atas keikutsertaan UKM binaan pada Booth Campuspreneur – Trade Expo Indonesi (Foto: Istimewa)

Capaian membanggakan ini mendapat apresiasi hangat dari pimpinan Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) UNAIR. Ketua PASINBIS, Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE MSi berharap agar keberhasilan Etnapraya dapat memicu semangat para pengembang start-up binaan UNAIR lainnya. 

“Pencapaian Etnapraya Indonesia menjadi pemicu bagi start-up binaan UNAIR lainnya untuk berani menembus pasar internasional. PASINBIS berkomitmen terus memperkuat ekosistem kewirausahaan demi melahirkan wirausaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global,” ungkap Prof Nafik

Sekretaris PASINBIS, Dr Achsania Hendratmi SE MSi menegaskan komitmen UNAIR dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang solid. Ia menyebut, penandatanganan LoI dalam ajang TEI menjadi bukti nyata efektivitas sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.

“PASINBIS UNAIR berkomitmen untuk terus memperkuat komersialisasi riset dan inovasi serta memperluas jejaring kemitraan strategis. Sehingga semakin banyak start-up binaan UNAIR yang siap go international,” ungkap Dr Achsania.

Koordinator Inkubator Bisnis PASINBIS UNAIR, Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MScIBF PhD menyampaikan apresiasinya pada Etnapraya Indonesia. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa produk hasil inkubasi start-up UNAIR memiliki kualitas berstandar global.

“Kami di Inkubator Bisnis PASINBIS akan terus mendampingi, memberikan pembinaan, dan membuka jalan pendukungan agar kerja sama ini dapat terealisasi secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Fadlur Rahman.

Etty, selaku pemilik Etnapraya Indonesia, turut menyampaikan terima kasih mendalam kepada UNAIR atas pendampingan dan ruang pengembangan yang diberikan. “Terima kasih kepada UNAIR dan tim PASINBIS yang telah memberikan ruang bagi kami untuk berkembang. Semoga ke depannya UNAIR dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan yang semakin maju dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung para pelaku usaha di lingkungan UNAIR untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya,” ungkap Etty.

Pencapaian Etnapraya Indonesia melalui penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi pemantik dorongan bagi start-up binaan UNAIR lainnya untuk terus mengasah potensi bisnis dan berani mengambil peluang di pasar internasional. Melalui penguatan ekosistem kewirausahaan, UNAIR berkomitmen terus mendorong lahirnya wirausaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Penulis: PASINBIS UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top