UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program Airlangga International Community Development (AICOM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat-Senin (16-19/2026). Mengusung tema “Local Knowledge Management and Agricultural Information Digitalization for Shallot Farmers’ Competitiveness Enhancement: An International Collaboration Approach,” kegiatan tersebut berfokus pada dokumentasi, pengelolaan, dan digitalisasi pengetahuan lokal petani bawang merah.
Program yang didanai oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR itu melibatkan kolaborasi antara UNAIR dan mitra internasional dari UiTM Melaka, Malaysia; Chiang Mai University, Thailand; VinUniversity, Vietnam; serta FPT University, Vietnam. Secara keseluruhan, kegiatan melibatkan 15 mahasiswa dan tujuh dosen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Sabtu (17/10/2026) di Balai Desa Tegalsiwalan oleh Kasun Montok, yang mewakili Kepala Desa Tegalsiwalan. Pembukaan turut dihadiri petani bawang merah dan perangkat desa.
Pada kesempatan tersebut, tim AICOM menyerahkan secara simbolis Portal Pengetahuan Lokal Desa Tegalsiwalan beserta panduan penggunaannya kepada pihak desa. Portal yang dapat diakses melalui tegalsiwalan.web.id tersebut dikembangkan sebagai ruang digital untuk menghimpun dan menyebarluaskan pengetahuan lokal masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan budidaya bawang merah.
Dari Pengetahuan Lokal ke Konten Digital
Tiara Kusumaningtiyas dari Fakultas Vokasi UNAIR menyampaikan materi mengenai transformasi pengetahuan lokal menjadi konten digital. Ia menjelaskan pentingnya mendokumentasikan pengetahuan yang selama ini banyak tersimpan dalam pengalaman masyarakat agar dapat diwariskan dan diakses kembali.
Selanjutnya, Mohammad Alif Danial dari UiTM Melaka, Malaysia, memberikan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Local Knowledge Portal. Sesi tersebut memperkenalkan cara mengakses, mengelola, dan memperbarui konten pada portal.

Sementara itu, Huynh Do Bao Tam dari FPT University, Vietnam, membawakan materi bertajuk “Tech-Driven Research and Development in Vietnam’s Agriculture and Food Sector.” Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung riset dan pengembangan sektor pertanian serta pangan.
Ketiga sesi menjadi dasar sebelum mahasiswa dan dosen melanjutkan kegiatan lapangan bersama masyarakat.
Menggali Pengetahuan dari Pengalaman Petani
Ketua program AICOM 2026, Nove E. Variant Anna dari Fakultas Vokasi UNAIR, menjelaskan bahwa program tidak hanya berorientasi pada pembangunan platform digital. Hal yang lebih penting adalah proses menggali pengetahuan yang selama ini hidup dalam pengalaman sehari-hari petani.
“Yang ingin kami dokumentasikan bukan hanya cara menanam bawang, tetapi bagaimana petani membaca kondisi tanah, menentukan waktu tanam, mengenali perubahan pada tanaman, dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman mereka,” ujarnya.
Mahasiswa peserta program dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan fokus yang berbeda. Mereka menggali pengalaman petani dan proses pewarisan pengetahuan, praktik budidaya bawang merah, pengetahuan tentang musim dan lingkungan, hingga aspek sosial, budaya, serta istilah lokal yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.
Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi di lahan bawang, pencatatan, serta dokumentasi foto dan video. Data tersebut kemudian melalui proses refleksi, pengecekan, verifikasi, dan kurasi sebelum dikembangkan menjadi konten digital. Tim menargetkan sedikitnya 20 konten ringan untuk dimuat dalam portal.
Pengabdian Sekaligus Pembelajaran Internasional
Keterlibatan mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam program tersebut. UiTM Melaka mengirimkan tujuh mahasiswa dan tiga dosen, Chiang Mai University melibatkan satu mahasiswa dan satu dosen, VinUniversity dan FPT University masing-masing mengirimkan satu mahasiswa, sedangkan UNAIR melibatkan lima mahasiswa dan tiga dosen.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung bersama masyarakat sekaligus berlatih memahami konteks lokal, melakukan dokumentasi, serta mengubah informasi hasil lapangan menjadi konten yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Program ini juga diarahkan agar portal tidak berhenti sebagai keluaran sementara kegiatan. Pihak desa diperkenalkan pada penggunaan portal dan memperoleh panduan untuk mengelola serta memperbarui konten secara mandiri.
Melalui AICOM 2026, UNAIR mendorong pengabdian masyarakat yang menghubungkan kolaborasi internasional, pembelajaran mahasiswa, literasi digital, dan pelestarian pengetahuan lokal dalam satu rangkaian kegiatan. Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter pengabdian UNAIR yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat sekaligus penguatan jejaring global.
Penulis: Nove E. Variant Anna
