Delegasi mahasiswa UNAIR dan UTM bersama para siswa kelas enam MI Dwi Dasa Warsa mengabadikan momen kebersamaan seusai sesi pengajaran edukatif anti-perundungan dan pelestarian lingkungan pada Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)

Bentengi Anak dari Kekerasan, UNAIR dan UTM Bekali Siswa MI Edukasi Anti-Perundungan 

82 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Merajalelanya fenomena perundungan pada anak usia sekolah dasar berdampingan dengan rendahnya kesadaran menjaga kelestarian lingkungan kini menjelma menjadi tantangan krisis sosial meresahkan. Fenomena tersebut menuntut langkah penanganan komprehensif dari seluruh elemen pendidikan nasional. Menjawab keresahan nyata perihal krisis karakter tersebut, tiga kementerian BEM Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi padu dengan delegasi Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kolaborasi tersebutdalam bentuk pengajaran edukatif di MI Dwi Dasa Warsa pada Kamis (15/10/2026). Salah satu program unggulan dalam rangkaian Kembara Rahman ke Surabaya 2026 yang berlangsung sejak 11 hingga 18 Oktober 2026. Sinergi lintas negara usungan Kementerian Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan BEM UNAIR 2026 ini secara khusus menyasar para siswa kelas enam untuk membangun pondasi karakter peduli sesama sedini mungkin sebelum mereka beranjak remaja.

Edukasi Karakter Melalui Pendekatan Interaktif 

Guna memastikan keberhasilan transfer wawasan moral ini, delegasi mahasiswa UNAIR sengaja mengemas materi kampanye anti-perundungan melalui metode permainan simulasi. Metode ini peran interaktif yang menceritakan dinamika kehidupan pertemanan siswa sehari-hari secara amat relevan. Mereka membimbing para peserta didik untuk mempraktikkan langsung tata cara merespons tindakan perundungan. Respons dengan menggunakan kalimat asertif yang tegas lalu melaporkan segala indikasi kekerasan verbal kepada guru pembimbing tanpa menyisakan rasa takut. “Kami memformulasikan pendekatan edukasi yang menyenangkan agar siswa mudah mencerna materi dan sukses menumbuhkan empati sosial. Selain itu, memiliki bekal keberanian moral yang tangguh saat mereka menjumpai konflik antarteman,” ungkap Adam selaku ketua pelaksana program Kembara Rahman.

Praktik Nyata Pengolahan Barang Bekas

Melengkapi pemahaman pelestarian alam sebagai wujud karakter baik, delegasi mahasiswa UTM mengambil alih panggung untuk memandu sesi demonstrasi pemilahan barang bekas. Demonstrasi tersebut demi memperkenalkan konsep kelestarian lingkungan melalui prinsip lima R secara sangat aplikatif. Para murid sekolah dasar ini mendapatkan kesempatan emas berkreasi menyulap tumpukan botol plastik bekas menjadi aneka kerajinan bernilai guna tinggi. Hal itu demi melatih kepedulian ekologis mereka secara nyata melalui karya seni berkelanjutan.

“Saya menyambut antusias metode pengajaran interaktif ini karena delegasi mahasiswa benar-benar mempraktikkan langkah nyata. Langkah itu sukses membuka cakrawala pandangan anak-anak mengenai urgensi pelestarian alam sekitar bagi keberlangsungan hidup manusia kelak,” tegasnya Kepala MI Dwi Dasa Warsa Bapak Habib.

Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top