Narasumber BISIK Keprofesian Vol. II, Azzah Nazhifa Wina Ramadhani SStat, bersama jajaran panitia HIMASTA UNAIR dan peserta mengabadikan momen kebersamaan seusai merampungkan agenda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR-C UNAIR. (Foto: Team Media Bisik Keprofesian Vol. 2)

Modal Ijazah Tidak Cukup, HIMASTA UNAIR Bekali Mahasiswa Strategi Tembus Industri

38 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Membawa selembar ijazah dengan predikat memuaskan rupanya tidak lagi menjamin kesuksesan seorang mahasiswa dalam menembus ketatnya persaingan dunia industri modern yang terus berkembang pesat. Menjawab tantangan nyata tersebut, Divisi Akademik Bidang Keilmuan HIMASTA Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan BISIK Keprofesian Vol. II secara luring pada Minggu (18/10/2026).Kegiatan ini mengambil tempat di Ruang 3.10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR-C UNAIR. Panitia secara khusus mengusung tema “From an Ordinary Starts to Extraordinary Journey” untuk membangunkan kesadaran mahasiswa mengenai urgensi persiapan karier.

Strategi Bertahan di Dunia Profesional

Mahasiswa wajib keluar dari zona nyaman akademik dengan mulai menyusun portofolio yang relevan. Selain itu, menyesuaikan kualifikasi keahlian mereka terhadap kebutuhan perusahaan sejak awal masa perkuliahan. Acara keprofesian ini membedah langsung taktik bertahan di kancah profesional, mulai dari tahapan pemetaan keahlian spesifik hingga cara membangun jaringan relasi kerja yang efektif bersama para ahli. “Motivasi saja belum cukup, karena mahasiswa juga harus mengetahui langkah praktis. Langkah tersebut seperti merancang riwayat hidup atau CV dan menyiapkan mental baja saat menghadapi kerasnya proses rekrutmen,” ungkap Faya selaku panitia penyelenggara.

Belajar Langsung dari Praktisi Industri Guna mempertajam wawasan para peserta, panitia menghadirkan Azzah Nazhifa Wina Ramadhani SStat yang kini menjabat sebagai Executive Assistant to General Manager di perusahaan Tiberman Group. Alumni program studi Statistika UNAIR angkatan 2022 itu membagikan tips beradaptasi dengan ritme industri yang serba cepat dan cara jitu menyiasati berbagai jebakan dalam sesi wawancara kerja. “Kami sengaja menghadirkan praktisi alumni agar mahasiswa mendapat formula sukses bertahan di dunia kerja nyata. Tidak mereka pelajari sekadar melalui teori di dalam kelas,” tegas Faya.

Mengakhiri sesi diskusi interaktif tersebut, Faya kembali mengingatkan bahwa perjalanan karier yang cemerlang selalu bermula dari keberanian. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk berani mengeksekusi rencana persiapan sedini mungkin tanpa banyak menunda waktu. “Kami berharap pencapaian luar biasa setiap mahasiswa dapat bermula dari langkah sederhana. Mulai dalam mengenali potensi diri masing-masing sebelum benar-benar terjun ke masyarakat,” pungkasnya memberikan penekanan. Dengan persiapan matang sejak duduk di bangku kuliah, setiap calon lulusan dapat membuktikan kompetensinya untuk memenangkan persaingan ketat di kancah profesional masa depan.

Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top