FKH UNAIR Bersama ITAFoS Serahkan Mesin Pencacah Hijauan pada Peternak KATAM

71 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Sebagai wujud penerapan teknologi tepat guna, FKH UNAIR menyerahkan mesin pencacah hijauan (chopper) kepada peternak anggota Koperasi Agro Ternak Melayu Perak Berhad (KATAM) di Manong, Kuala Kangsar. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan UNAIR kepada pengurus koperasi, Kamis (22/10/2026). FKH UNAIR juga bekerja sama dengan Institut Pertanian Tropika dan Sekuriti Makanan (ITAFoS) Universiti Putra Malaysia (UPM).

Dengan chopper, hijauan dapat dicacah lebih cepat dan seragam. Hijauan yang tercacah halus lebih mudah difermentasi menjadi silase dan lebih sedikit terbuang di kandang. Mesin akan dimanfaatkan bersama oleh anggota koperasi sehingga teknologi silase probiotik yang dilatihkan dapat langsung diterapkan.

“Kami tidak ingin pelatihan berhenti di ruang kelas. Dengan mesin ini, peternak bisa langsung mempraktikkan pembuatan silase yang berkelanjutan di kandang masing-masing,” ujar Ketua tim pengabdian masyarakat, Yulianna Puspitasari drh MVSc PhD.

Penyerahan mesin pencacah itu merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Airlangga International Community Development–Faculty Global Network (AICOM-FGN). Kegiatan tersebut mengusung judul “Peningkatan Produktivitas dan Kesehatan Ternak Kambing melalui Manajemen Pakan Inovatif Berbasis Probiotik, Pengendalian Penyakit Parasitik, serta Teknologi Reproduksi di Peternakan Tropis”. Selain penyerahan mesin pencacah, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan pemberian materi edukasi pada peternak, post-test, penyerahan sertifikat, hingga kunjungan ke kandang kambing milik KATAM.

Dalam jangka pendek, program menargetkan sedikitnya 80 persen peserta memahami manajemen pakan dan penggunaan probiotik. Nilai post-test ditargetkan naik minimal 30 persen dibanding pre-test. Sedikitnya 80 persen peserta juga ditargetkan mampu mengoperasikan mesin pengolah pakan secara mandiri.

Untuk jangka panjang, KATAM diarahkan menjadi model peternakan kambing berbasis teknologi tepat guna di Negeri Perak. Tim FKH UNAIR dan ITAFoS UPM akan melanjutkan pendampingan secara daring. Kerja sama ini juga akan diperkuat melalui Implementation Agreement di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Program ini mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas ternak dan ketersediaan protein hewani. Program juga mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui efisiensi usaha peternakan dan penguatan kapasitas ekonomi peternak. Kolaborasi lintas negara ini sekaligus mencerminkan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Beberapa tim FKH UNAIR yang terlibat antara lain Yulianna Puspitasari drh MVSc PhD (Ketua); Prof Dr Tri Wahyu Suprayogi drh MSi; Prof Dr Poedji Hastutiek drh MSi; Dr Zulfi Nur Amrina Rosyada SPt MSi; Dr Nanik Hidayatik drh; drh Miftachul Abdillah Azhar dan drh Idris Indrawan (mahasiswa Magister Ilmu Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Veteriner).

Sementara itu, tim ITAFoS Universiti Putra Malaysia terdiri dari Prof Dr Hasliza Abu Hassim; Dr Wan Nor Fitri bin Wan Jaafar (Moderator Forum); Prof Dr Anjas Asmara Samsudin; Prof Madya Dr Annas Salleh; Prof Dr Mohd Zamri Saad.

Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) Negeri Perak terdiri dari Dr Adil bin Ibrahim (Perasmi Program); Muhammad Radzi bin Zainal Abidin (Panel Forum); Muhammad Naguib bin Aziz Azlan (Panel Forum); Nurul Hanis binti Mustafa; Hamizi bin A Manan; Nordiana Asyikin binti Abdul Rahim; Nor Hanis binti Zuber.

Adapun mitra sasaran antara lain Koperasi Agro Ternak Melayu Perak Berhad (KATAM), Manong, Kuala Kangsar, Negeri Perak, dipimpin Pengerusi Mohd Helmi bin Mohamad Rozi.

Penulis: Dr Zulfi Nur Amrina Rosyada SPt Msi

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top