Usung Inovasi Pemulihan Adiksi Judi Online, Mahasiswa UNAIR Lolos Final GEMASTIK XIX

32 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Upaya lepas dari jerat judi online membutuhkan lebih dari sekadar niat untuk berhenti. Dukungan yang tepat juga berperan penting dalam membantu seseorang mengenali pemicu dan menjalani proses pemulihan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) merancang LENTERA (Layanan Empatik Rehabilitasi Berbasis AI Companion), sebuah inovasi pendamping pemulihan adiksi judi online. 

Gagasan tersebut mengantarkan tim UNAIR melaju ke final Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) XIX 2026 pada kategori Desain Pengalaman Pengguna.

Tim tersebut diketuai Raesutha Arya Cakrashena dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ia berkolaborasi dengan Diaul Haq dari Fakultas Vokasi dan Annisa Choirun Nadzifah dari FST.

Raesutha menjelaskan bahwa LENTERA berfungsi sebagai alat bantu individu dalam mengenali pemicu perilaku berjudi dan menjalani proses pemulihan secara bertahap. Gagasan ini berangkat dari pengamatan tim terhadap orang-orang yang ingin berhenti berjudi, tetapi kesulitan mencari bantuan karena rasa malu atau ketidaktahuan mengenai langkah awal pemulihan.

“Kami ingin menghadirkan pendamping yang mudah diakses, privat, dan tidak menghakimi,” ungkapnya.

LENTERA menyediakan fitur Jeda (SOS) yang membantu pengguna menghadapi dorongan berjudi melalui latihan pernapasan dan pengingat personal. Aplikasi ini juga menghadirkan pelacakan suasana hati, jurnal, catatan progres, serta modul edukasi mengenai adiksi perilaku.

Melalui LENTERA Core, pengguna dapat mengakses pendampingan mandiri secara gratis. Sementara itu, LENTERA Care menyediakan layanan konsultasi psikolog melalui skema berlangganan. “Kami juga mempertimbangkan mekanisme pembayaran yang tidak menyerupai pola transaksi pada platform judi online,” ujarnya.

Menurut Raesutha, perancangan dan pengembangan prototipe perlu memperhatikan aspek experience, empatik, dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna. Ke depan, tim berencana menguji prototipe bersama calon pengguna dan tenaga profesional kesehatan mental. “Kami juga ingin menyempurnakan fitur pendampingan, menjajaki integrasi perangkat wearable, serta mengembangkan dukungan bagi keluarga,” ucapnya.

Tim berharap tahap final dapat menjadi ruang untuk memperoleh kritik dan masukan dari juri maupun peserta lain. Sehingga LENTERA dapat berkembang menjadi solusi yang lebih matang dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Pengujian dan validasi lebih lanjut tetap menjadi langkah penting untuk menilai kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna.

“Melalui LENTERA, kami berharap dapat membuka akses awal bagi individu yang ingin pulih dari adiksi judi online,” pungkasnya.

Penulis: Vaneza Ika Artamevia 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top