Delegasi mahasiswa UNAIR dan UTM menyuguhkan kolaborasi kesenian lintas negara di hadapan warga pada kemeriahan pergelaran Malam Kebudayaan di Taman Ghanjaran pada Jumat (16/10/2026). (Foto: Istimewa)

Padukan Seni Dua Negara, Malam Kebudayaan UNAIR dan UTM Dongkrak UMKM Lokal 

40 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Praktik diplomasi kebudayaan senantiasa memegang peran sangat esensial dalam mempererat jalinan hubungan bilateral antarbangsa sekaligus memutar kencang roda perekonomian para pelaku usaha mikro kecil pada tingkat akar rumput masyarakat desa. Memaksimalkan nilai pengabdian lintas batas tersebut, gabungan kementerian BEM Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menyelenggarakan pergelaran akbar Malam Kebudayaan di Taman Ghanjaran pada Jumat (16/10/2026) sebagai agenda penutup dalam rangkaian Kembara Rahman ke Surabaya 2026 yang berlangsung sejak 11 hingga 18 Oktober 2026. Aksi kolaborasi Kementerian Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan BEM UNAIR 2026 ini sukses menyedot antusiasme warga desa. Antusiasme luar biasa tersebut tercermin dari warga desa yang berkumpul memadati area pertunjukan hingga larut malam.

Harmoni Budaya Lintas Negara 

Malam keakraban berskala internasional ini menyuguhkan kolaborasi pergelaran peragaan busana dan tarian tradisional khas Malaysia dari mahasiswa delegasi UTM secara langsung untuk menghibur seluruh warga desa yang hadir meramaikan lokasi. Sorak-sorai penonton semakin bergemuruh kencang tatkala mahasiswa UNAIR unjuk gigi membawakan tarian meriah. Kemuadian mereka berkolaborasi menyanyikan lagu riang Gemu Fa Mi Re bersama kontingen negeri jiran di atas panggung terbuka.

“Pemerintah desa sangat mengapresiasi program nyata ini karena mahasiswa mampu memberikan hiburan segar. Sekaligus, memperkenalkan keberagaman budaya asing secara amat positif kepada masyarakat luas tanpa menggerus kearifan lokal,” puji Kepala Desa Ketapanrame H Zainul Arifin SE MH NLP.

Dorong Perekonomian Pelaku UMKM Lokal 

Panitia mahasiswa menutup meriah rangkaian pergelaran akbar internasional ini dengan menghadirkan pertunjukan kesenian Bantengan lokal. Gelaran tersebut untuk menciptakan atmosfer perayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kemakmuran finansial warga sekitar taman rekreasi. Kehadiran ribuan warga dalam pagelaran seni budaya ini memicu lonjakan angka pembelian yang signifikan bagi puluhan pedagang di kawasan Taman Ghanjaran.

“Kami sengaja memadukan diplomasi akademik internasional dengan pertunjukan kesenian Bantengan agar masyarakat luas berbondong-bondong meramaikan acara. Kemudian mereka memborong habis seluruh dagangan para pelaku UMKM demi memajukan perekonomian desa,” ungkap Adam selaku ketua pelaksana mengakhiri pernyataannya.

Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top