Penalaran UNAIR Wujudkan SDGs melalui KARSA BHAKTI

113 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Departemen Public Relation menyelenggarakan KARSA BHAKTI 2026 di Desa Gebang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada 12 September–18 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan enam program yang berfokus pada kesehatan, lingkungan, dan penguatan hubungan sosial masyarakat.

Mengusung tema “Pengembangan Ekosistem Desa Sehat dan Berkelanjutan melalui Inovasi Kesehatan, Pengelolaan Lingkungan, dan Penguatan Kohesi Sosial di Desa Gebang”, rangkaian kegiatan meliputi MERAKIT sebagai sarana membangun relasi, TRESNA BUMI melalui praktik pembuatan ecobrick, SEHATERA melalui edukasi stunting dan demonstrasi pembuatan dimsum bergizi, serta SEGER SOLID melalui senam dan jalan sehat. Edukasi PHBS bagi anak-anak disampaikan melalui drama musikal dalam program SAHABAT. Rangkaian ditutup dengan TILAS ASMARA pada 18 Oktober 2026.

Saiful selaku Kepala Desa Gebang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Harapannya, apa yang telah dihadirkan melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi Desa Gebang ke depannya. Jika memungkinkan, kegiatan dapat dilaksanakan lebih lama dan menjangkau wilayah lain agar ilmu yang dibagikan dapat terserap dengan lebih baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN Gebang berharap kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

“Semoga pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. Kami juga berharap masyarakat dapat memahami bagaimana sampah di lingkungan sekitar dikelola dan dimanfaatkan dengan lebih baik,” tuturnya.

Lutfia selaku Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat UKM Penalaran UNAIR menjelaskan bahwa program tahun ini dikembangkan melalui berbagai evaluasi untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Melalui berbagai evaluasi yang telah dilakukan, KARSA BHAKTI tahun ini berupaya menghadirkan program yang lebih baik sekaligus membangun kekeluargaan dengan masyarakat Desa Gebang, terutama anak-anak SD Gebang yang menjadi sasaran utama kegiatan,” ujarnya.

Ketua Pelaksana KARSA BHAKTI 2026, Eduardus, menegaskan bahwa keberhasilan pengabdian juga diukur melalui dampak jangka panjangnya.

“Saya percaya bahwa keberhasilan suatu pengabdian tidak hanya diukur dari seberapa baik kegiatan terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana manfaat dan nilai yang diberikan dapat menciptakan sustainable impact bagi masyarakat. Saya berpegang pada prinsip hidup B. J. Habibie, sosok panutan saya, untuk menjadi mata air yang memberikan kehidupan dan manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Grace Kusuma selaku Wakil Ketua Pelaksana KARSA BHAKTI 2026 mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah melalui proses yang panjang. Ia bersyukur seluruh rangkaian persiapan dapat dilalui dan target setiap mata acara tercapai dengan baik.

“Proses persiapan ini memang cukup panjang. Kurang lebih sudah delapan bulan kami menjalani seluruh rangkaiannya. Namun, bersyukur, setiap proses dan usaha yang kami lalui tidak sia-sia. Seluruh target dari setiap acara juga dapat tercapai dengan baik. Harapan kami, kehadiran KARSA BHAKTI di Desa Gebang ini tidak hanya menjadi sebuah kegiatan sesaat, tetapi juga dapat meninggalkan kesan yang baik serta membawa manfaat bagi setiap warga yang hadir,” ungkapnya.

Melalui KARSA BHAKTI 2026, UKM Penalaran UNAIR berharap semangat hidup sehat, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan dapat terus tumbuh di Desa Gebang.

Penulis: UKM Penalaran

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top