Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Parigi Moutong saat melakukan kegiatan Monitoring Ayam Buras Petelur milik masyarakat yang berada di kawasan Transmigrasi Parigi Moutong pada Sabtu (17/10/2026) (foto: Tim TEP UNAIR)

Dorong Kemandirian Usaha Ternak, Tim TEP UNAIR Susun Modul dan Paten Pakan

49 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menyusun tiga modul panduan baku dan mengajukan hak paten atas inovasi pakan ayam petelur dari ikan rucah. Tim TEP ini berada di bawah koordinator Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes. Sebelumnya, tim telah membentuk kelompok ternak resmi dan kegiatan diskusi di aula Desa Tinombala Jaya, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Minggu (17/10/2026) hingga Sabtu (18/10/2026). Tim juga telah menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah desa setempat guna mendukung usaha peternakan dan perikanan. 

“Kami telah menyusun tiga modul baku terkait pengolahan tepung ikan, manajemen ayam buras, serta biosekuriti kandang, yang saat ini sedang dalam proses pengajuan paten dan hak cipta,” ungkap Dr Emy. 

Kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Unair Parigi Moutong saat melaksanakan FGD cara pembuatan tepung Ikan terhadap para Nelayan  di kawasan pantai Moian Desa Palapi Parigi Moutong pada Minggu (18/10/2026) (foto: Tim TEP UNAIR)
Kegiatan TEP UNAIR saat melaksanakan FGD cara pembuatan tepung Ikan di pantai Moian Desa Palapi Parigi Moutong, pada Minggu (18/10/2026) (foto: Tim TEP UNAIR)
FGD dan Pendampingan Rutin di Lapangan

Dr Emy menyebut timnya telah melakukan pengembangan program dengan melangsungkan dua Focus Group Discussion (FGD). Pelatihan Manajemen Usaha Pemeliharaan Ayam Buras Petelur serta Biosekuriti dan Sanitasi Kandang di Aula Desa Tinombala Jaya dan Pelatihan Pembuatan Tepung Ikan di Dusun Moian, Desa Palapi. Di samping itu, tim turut melakukan pendampingan rutin yang tersebar di empat kawasan desa di Kecamatan Ongka Malino dan Kecamatan Palapi. “Langkah ini bertujuan mengawasi produktivitas ayam yang diberi pakan lokal. Sekaligus mendampingi peternak agar disiplin dan konsisten menerapkan sistem pencatatan produksi ternak,” ujarnya. 

Dengan pendampingan intensif tersebut, kelompok peternak mulai terbiasa menerapkan materi pencatatan produksi. Dari segi operasional usaha, peternak mendapatkan keterampilan teknis mengolah bahan lokal. Bahas tersebut seperti ikan rucah, jagung, dan bekatul menjadi pakan alternatif mandiri serta memahami pentingnya penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang. 

“Kemandirian peternak kini terbangun melalui keterampilan mengolah limbah perikanan menjadi pakan alternatif. Sehingga, sukses memutus ketergantungan pada pakan pabrikan,” imbuhnya. 

Wariskan Keberlanjutan Program

Keberlanjutan program Akselerasi Produktivitas Ayam Petelur melihat sejauh mana keberhasilan mengintegrasikan potensi dua sektor yaitu limbah perikanan dan peternakan ayam ke dalam sebuah terobosan nyata. Bagi Dr Emy dan tim, inovasi tersebut harus terdokumentasikan lewat pengajuan hak paten, hak cipta, dan modul panduan baku guna menjamin keberlanjutan program di tengah masyarakat. 

“Meski nanti ekspedisi kami telah usai, pengabdian tidak boleh berhenti. Di bulan berikutnya, kami menitipkan rekomendasi teknis dalam bentuk laporan akhir kepada pemerintah daerah. Hal itu agar kelompok ternak bisa terus bertumbuh, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top