Departemen Komunikasi UNAIR Dampingi Desa Pagotan Adaptif terhadap Teknologi Digital

179 Views•3 minutes read

UNAIRNEWS — Departemen Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat kapasitas masyarakat Desa Pagotan, Kabupaten Madiun, dalam menghadapi transformasi digital. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan, UNAIR memberikan pelatihan komunikasi pelayanan publik, pemasaran digital bagi pelaku usaha, dan literasi media guna melindungi masyarakat dari resiko di ruang digital pada (25–26/10/2026).

Kepala Departemen Komunikasi UNAIR Titik Puji Rahayu mengatakan, perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat desa.  “Aparatur desa dituntut memiliki kecakapan komunikasi yang profesional, empatik, serta responsif,” ujar Titik Puji Rahayu.

Selain itu, transformasi digital membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mengembangkan usaha, dan memperluas akses informasi.

Pakar komunikasi UNAIR Suko Widodo di hadapan aparatur desa menekankan pentingnya kemampuan aparatur desa dalam membangun komunikasi yang terbuka dan responsif kepada masyarakat. Menurutnya, interaksi antara perangkat desa dan warga menjadi bagian penting dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, komunikasi tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian pengumuman atau informasi resmi.

FOTO Acara Pembukaan Pengmas oleh Ketua Departemen Komunikasi, Titik Puji Rahayu dan Suko Widodo, serta Kepala Desa Pagotan, Bekti Ari Nugroho. (Foto: Istimewa)

Suko juga menilai bahwa tata kelola pemerintahan desa dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan warga agar dapat menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Hal ini tercermin dari kemampuan mendengarkan kebutuhan warga, menyampaikan informasi secara jelas, merespons pertanyaan, serta mengelola interaksi.

“Lebih dari itu, komunikasi profesional yang empatik adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan (public trust) masyarakat terhadap institusi pemerintah,” ujar Suko di hadapan jajaran perangkat Desa Pagotan di Balai Desa Pagotan.

Penguatan kapasitas ini merefleksikan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-16, yakni Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui penguatan kapasitas kelembagaan desa dan peningkatan kualitas pelayanan publik, kegiatan ini mendorong terciptanya institusi yang lebih efektif, inklusif, dan dapat dipercaya masyarakat.

Selain itu, transformasi digital juga membawa peluang bagi pelaku usaha untuk menggerakkan perekonomian lokal. Dosen Departemen Komunikasi UNAIR, Yayan Sakti Suryandaru, memaparkan strategi pengelola BUMDes dan pelaku UMKM agar menggunakan kanal digital secara sistematis. Yayan menilai BUMDes dan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pemanfaatan kanal digital atau ‘Warung Digital’ tidak sekadar mengunggah katalog produk di media sosial, melainkan menyangkut pengelolaan komunikasi pelanggan yang profesional, pemahaman perilaku konsumen di ruang siber, serta kemampuan membangun hubungan bisnis yang produktif,” tutur Yayan.

Melalui pelatihan tersebut, pengelola BUMDes dan pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih terarah. Upaya ini tidak hanya mencakup promosi produk, tetapi juga pengelolaan komunikasi dengan konsumen dan penyesuaian strategi usaha terhadap perubahan perilaku pasar.

FOTO Pemaparan Warung Digital oleh Yayan Sakti Suryandaru. (Foto: Istimewa)

Penguatan kapasitas ekonomi desa tersebut sejalan dengan SDGs ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi lokal.

Selain penguatan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi, kegiatan pengabdian menempatkan literasi media dan komunikasi digital sebagai perhatian penting. Titik menyoroti pentingnya pembatasan akses internet bagi anak-anak secara rasional. Perlu pendampingan orang tua dan mempertimbangkan kesesuaian usia. Sedangkan, Nisa Kurnia mengingatkan bahaya ruang siber yang dapat mengancam privasi dan data pribadi anak jika tak dibekali kesadaran literasi sejak dini. Materi literasi ini turut menyokong ketercapaian SDGs ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs ke-10 (Berkurang Kesenjangan).

Seluruh rangkaian program dijalankan berlandaskan prinsip Airlangga Initiative for Justice, Unity, Smart Technology, Institutional Capacity, Community, and Equity (AIR-JUSTICE). Melalui pendekatan ini, UNAIR mendorong pemanfaatan teknologi cerdas dan penguatan kelembagaan desa yang tetap berpijak pada nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan pemberdayaan komunitas berkelanjutan.

Kepala Desa Pagotan Bekti Ari Nugroho mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari maupun pengembangan usaha desa.

Penulis: Mytha Eliva Veritasia, MA

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top