Valentino Hariyadi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang yang mengikuti program exchange ke Iwate University Jepang (Foto: Valentino Hariyadi)

Ikuti Program Exchange, Jalan Valentino Mengejar Impian dan Menemukan Makna di Jepang

52 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Mengejar impian menempuh pendidikan di Jepang mengharuskan Valentino Hariyadi, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), meninggalkan keluarga, teman, dan lingkungan yang selama ini dekat dengannya. Melalui program student exchange selama satu tahun di Iwate University, Morioka, Jepang, ia tidak hanya mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga memperoleh pengalaman yang memperluas pemahamannya tentang budaya Jepang sekaligus menyadari arti dukungan orang-orang terdekat.

Memantapkan Langkah Mengejar Impian ke Jepang

Ketertarikan Valentino untuk mengikuti program student exchange ke Jepang tumbuh sejak lama. Sebelumnya, ia pernah mengikuti program di Osaka selama enam minggu untuk mengasah kemampuan bahasa Jepang dan memperdalam pengetahuannya tentang Jepang. Baginya, belajar langsung di Jepang memberikan kesempatan untuk menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Keinginan tersebut turut mendorongnya mengikuti program pertukaran mahasiswa selama satu tahun di Iwate University.

Namun, untuk meraih kesempatan tersebut ia harus melalui proses seleksi berlapis dengan kuota beasiswa yang terbatas. Setelah bersaing di tingkat UNAIR, Valentino masih harus melewati seleksi di Iwate University dan penilaian kelayakan akademik oleh Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) Jepang.

“Kuota mahasiswa yang bisa mengikuti program beasiswa ini sangat terbatas. Setelah bersaing di Universitas Airlangga, saya masih harus disaring lagi pada sistem penerimaan universitas pilihan (Iwate University). Setelah itu, setelah itu masih ada proses lagi yaitu apakah MEXT menilai bahwa saya secara akademik layak untuk mengikuti program ini,” jelasnya.

Di balik perjuangan itu, Valentino membawa impian yang telah ia pegang sejak sebelum memasuki UNAIR. Ia telah berjanji kepada orang tuanya untuk pergi ke Jepang dan menempuh pendidikan di sana, sementara dukungan beasiswa turut membuka jalan baginya untuk mengambil kesempatan tersebut. 

Selain persiapan akademik dan finansial, Valentino juga perlu memantapkan diri untuk tinggal jauh dari keluarga, teman, dan tempat kelahirannya selama satu tahun. “Di Satu sisi, saya merasa agak berat meninggalkan semua itu. Tapi di lain sisi, ini adalah mimpi saya. Pada akhirnya, saya membulatkan tekad untuk mengikuti program ini,” ungkapnya.

Mengenal Jepang, Memahami Diri Sendiri

Kini, melalui program di Iwate University, ia menjalani kehidupan sehari-hari di Morioka sekaligus mengamati perbedaan budaya di Jepang. Ia juga menemukan tantangan bahasa, mulai dari wakamono kotoba atau bahasa gaul hingga penggunaan kata bermakna ganda. “Penggunaan kata bermakna ganda seperti ini yang kadang masih menjadi tantangan bagi pelajar bahasa Jepang yang hanya mempelajari bahasa Jepang dari buku teks,” jelasnya.   

Jauh dari rumah juga membuat Valentino lebih menyadari arti dukungan orang-orang terdekat. “Setelah saya mengikuti program ini selama beberapa minggu ini, saya jadi sadar bahwa sebelumnya saya selalu diberkati oleh orang tua dan teman-teman yang selalu men-support saya selama ini,” pungkasnya. 

Sepulang dari program tersebut, Valentino berharap dapat membagikan pengalaman dan pengetahuannya kepada teman-teman di UNAIR sebagai bekal memperluas wawasan budaya.

Penulis: Katara Joy Kurniawan

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top