UNAIR NEWS – Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Yulis Setiya Dewi SKep Ns MNg beserta tim menginisiasi program SIGAP PESISIR. Program itu merupakan salah satu implementasi program pengabdian masyarakat AIRCARE UNAIR dalam penguatan kapasitas masyarakat menuju desa tangguh penanganan tenggelam dan corpus alienum di Desa Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Selasa, 20/10/2026 bersama dengan seluruh Masyarakat dan pemangku desa Besuki, Situbondo.
“Kami sangat berterima kasih kepada kepala Desa Besuki yang telah mengizinkan desa ini sebagai mitra pengabdian masyarakat ini. Harapannya tidak ada kejadian tenggelam sehingga kita tidak perlu memberikan pertolongan, namun kesiapsiagaan tetap perlu kita miliki nggih bapak ibu,” ujar Yulis dalam sambutannya.
Dalam pelaksanaannya, Yulis juga turut menggandeng DPW PPNI Kota Situbondo, DPK PPNI Besuki, dan IKA Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Program AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Acces, Response, and Equity) merupakan salah satu gagasan UNAIR dalam mendukung transformasi kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, teknologi kesehatan dan penguatan akses layanan kesehatan. Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan upaya promotif dan preventif serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Airlangga karena telah memilih desa kami sebagai mitra pengabdian masyarakat dalam penanganan korban tenggelam mengingat letak geografis dari desa kami yang diapit oleh dua sungai dan pantai,” ujar Husamah Bahres, Kepala Desa Besuki
Program SIGAP PESISIR menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pertolongan pertama berbasis komunitas. Melalui penguatan kapasitas masyarakat, program ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya lingkungan yang lebih tangguh dan responsif ketika menghadapi situasi darurat.
Keterampilan Pertolongan Pertama
Salah satu fokus program SIGAP PESISIR adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengenali risiko dan memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan. Upaya ini terwujud melalui edukasi dan simulasi resusitasi jantung paru (RJP) serta penanganan corpus alienum, yaitu kondisi masuknya benda asing yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas.
Materi edukasi disampaikan oleh dr Ninuk Dian Kurniawati SKep Ns MANP. Sementara itu, sesi praktik dipandu oleh Erna Dwi Wahyuni SKep Ns MKep. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pertolongan pertama pada korban henti jantung serta pengenalan tanda-tanda sumbatan jalan napas akibat benda asing.
“Prioritas pertama dalam menolong adalah diri kita sebagai penolong, lalu lingkungan baru korban,” jelas Dr Ninuk Dian K SKep Ns MANP selaku edukator.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan simulasi agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat berlatih melakukan langkah-langkah pertolongan awal yang sesuai. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk merespons kondisi darurat secara tepat sembari menunggu bantuan tenaga kesehatan.
Skrining Kesehatan untuk Mendukung Deteksi Dini
Selain memberikan pelatihan mengenai edukasi penanganan tenggelam dan corpus alienum, tim pengabdian masyarakat SIGAP PESISIR juga turut melakukan pemeriksaan kepada masyarakat. Beberapa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol serta asam urat.
“Pemeriksaan kesehatan ini sebagai dukungan kita terhadap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, serta menjaga gaya hidup sehat, khususnya bagi warga pesisir yang sering kali terkendala akses layanan kesehatan rutin. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan penanganan darurat saat bahaya, tetapi juga mewujudkan masyarakat pesisir yang tangguh, sehat, dan sejahtera secara menyeluruh,” imbuh Yulis.
Perkuat Kesiapsiagaan di Kawasan Pesisir
Menutup dari serangkaian acara, tim juga turut melakukan edukasi telusur pantai. Bersama dengan Camat, Yakup Alek Susanto, S.T dan Kasie Kesra Desa Besuki, Tonal Efendi, tim pengmas mendatangi salah satu Pantai Besuki dan melakukan edukasi terhadap nelayan sekitar.
Program SIGAP PESISIR dirancang sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas masyarakat, bukan sekadar kegiatan edukasi satu kali. Ke depan, Desa Besuki diharapkan menjadi desa binaan yang mendapatkan pendampingan dan monitoring secara berkala. Melalui keberlanjutan program tersebut, tim akan mendorong pemantauan terhadap penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat untuk pengembangan kegiatan selanjutnya. Dengan demikian, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan dan upaya menjaga kesehatan dapat terus diperkuat secara berkesinambungan.
Penulis: Rosita, SKep Ns
Editor: Yulia Rohmawati
